Showing posts with label All About Technology. Show all posts
Showing posts with label All About Technology. Show all posts
Sesi opening keynote speech di IDF 2014 baru saja berlalu. Di sesi yang dipandu oleh sang CEO dari Intel, Bryan Krzanich, tersebut, pihak Intel banyak membahas terkait inovasi-inovasi baru mereka yang mencakup berbagai hal, mulai dari wearable device, tablet, hingga ke Personal Computer (PC). Mereka juga mengumumkan hadirnya berbagai tool yang memudahkan developer dalam mengembangkan aplikasi untuk perangkat berbasis chip dari Intel, termasuk juga untuk perangkat berbasis Android!
Keynote speech dari Bryan Krzanich diawali dengan ditampilkannya pocket avatar yang memiliki raut wajah menyerupai pemiliknya. Avatar milik sang CEO pun bisa meniru raut wajah dari sang CEO yang tengah berada di depan ribuan peserta sesi ini.
Sepanjang sesi keynote speech tersebut, Mr. Krzanich, dengan dibantu beberapa pembicara pendamping, menjelaskan berbagai hal, diawali dari penjabaran terkait perkembangan x86 dari awal digunakan hingga prediksi untuk tahun 2020 mendatang. Pihak Intel memprediksi bahwa hingga tahun 2020 mendatang akan ada total 50 miliar perangkat berbasis x86 i seluruh dunia. Intel, sebagai pihak yang banyak berkontribusi di dunia x86 tentu saja memiliki porsi yang cukup besar dari jumlah yang sangat besar tersebut!
Beralih ke wearable device, pihak Intel memperkenalkan MICA, smart bracelet hasil kreasi mereka bersama dengan perusahaan fashion ternama di Amerika Serikat. MICA sendiri telah ditampilkan di acara IFA 2014 beberapa hari lalu. Selain MICA, Intel juga mengumumkan bahwa mereka masih memiliki beberapa proyek wearable device lain yang dikerjakan bersama dengan beberapa partner.
Inovasi Intel di balik wearable device, Edison, juga turut tampil! Intel mengumumkan bahwa Edison akan tersedia di 65 negara pada akhir tahun 2014 ini, sehingga bisa menjangkau lebih banyak developer dengan harapan akan melahirkan semakin banyak perangkat-perangkat inovatif. Edison juga akan didukung oleh komunitas open source.
Intel juga memperkenalkan program A-Wear, yaitu analisis dari data yang dikumpulkan dari wearable device. Dengan mengumpulkan data dari wearable device dan menganalisa data-data tersebut, berbagai pihak diharapkan bisa mendapatkan gambaran terkait hal-hal baru yang bisa dikembangkan untuk masa depan. Banyaknya perangkat yang akan beradar di pasaran di masa yang akan datang tentu saja membuat banyak sekali peluang untuk menciptakan suatu inovasi baru sebagai hasil dari analisis A-Wear ini.
Beralih ke perangkat personal. Inovasi yang melahirkan berbagai perangkat komputasi pribadi sangatlah pesat dalam waktu beberapa tahun terakhir ini. Berbagai bentuk perangkat baru muncul sebagai hasil usaha Intel dan beberapa partner mereka. Kini, Intel akan kembali memicu lahirnya berbagai perangkat baru dengan diperkenalkannya prosesor baru, Core M. Hingga IDF 2014 ini, beberapa produsen telah mengumumkan bahwa dalam waktu dekat ini, di awal Oktober 2014, mereka akan merilis produk menarik dengan basis Core M, antara lain Acer dengan Aspire Switch 12, Asus dengan Transformer Book T300FA dan Transformer T300 Chi, Dell dengan Latitude 13 7000, HP dengan Envy x2, serta Lenovo dengan Thinkpad Helix baru.
Untuk segmen Personal Computer, Intel memperkenalkan prosesor Core i Series 5th Generation, dengan arsitektur Skylake. Walaupun kehadiran dari prosesor tersebut masih cukup lama, diperkirakan di paruh kedua tahun 2015 mendatang, Intel telah menampilkan sebuah desktop dan laptop yang menggunakan prosesor tersebut di IDF 2014 ini!
Selanjutnya, untuk perangkat gadget, Intel mengumumkan akan hadirnya berbagai tablet baru dengan basis prosesor Intel dalam waktu dekat ini. Mereka juga mengumumkan dukungan pada adopsi LTE ke perangkat gadget melalui chip baru mereka, XMM 726x. Salah satu perangkat pertama yang mendapatkan dukungan LTE berkat chip tersebut adalah Samsung Galaxy Alpha. Dalam waktu dekat, beberapa produsen gadget pun dikabarkan akan mengadopsi chip tersebut.
Dukungan Intel untuk pengembangan gadget baru juga terus ditingkatkan, termasuk dengan diperkenalkannya program mempercepat pengembangan perangkat Android berbasis prosesor Intel dan juga wearable device inovatif. Untuk pengembangan perangkat Android, Intel, bekerja sama dengan Google, memperkenalkan Intel Reference Design. Program tersebut akan membantu developer perangkat Android berbasis prosesor Intel untuk mendapatkan versi OS Android yang sudah disesuaikan dengan prosesor yang digunakan dalam perangkat tersebut.
Menjelang akhir sesi keynote-nya, Krzanich mengundang Michael Dell, pendiri dari Dell, untuk memperkenalkan tablet baru perusahaan tersebut yang dilengkapi dengan teknologi RealSense Snapshot Depth Camera. Tablet Venue 8 7000 Series tersebut mampu mendeteksi objek secara tiga dimensi dan mendapatkan hasil yang akurat terkait bentuk sesungguhnya dari sebuah objek. Hadirnya tablet tersebut tentunya akan membawa teknologi canggih yang dikembangkan oleh Intel lebih dekat ke pengguna akhir, sehingga pengguna akhir bisa merasakan berbagai hal yang menakjubkan dari tangan mereka.
Mengapa membeli PC rakitan yang besar dan bulky di rumah, ketika kita tidak selalu menggunakan aplikasi butuh performa tinggi. Mengapa membeli laptop yang mahal jika hanya dipakai di meja kantor, sementara dengan harga sama bisa mendapat Desktop PC dengan spesifikasi yang lebih baik dan layar lebih besar.
Itulah sedikit alasan mengapa orang memilih All-In-One (AIO) PC. Walau popularitasnya baru terasa 5 tahun terakhir, tapi AIO sebenarnya sudah ada sejak 1972. Sayangnya, saat itu dunia lebih tertarik pada model Desktop.
AIO terus berkembang dari masa ke masa. Desain terbarunya berbentuk seperti sebuah monitor yang lebar. Tapi, yang justru tidak diketahui banyak orang adalah ‘monitor’ tersebut juga berisi CPU yang menjalankan fungsi layaknya sebuah komputer. Artinya, prosesor, RAM, HDD, dan perangkat lainnya sudah jadi satu di monitor itu.
”Dari sisi desain, PC all-in-one menyederhanakan kesan komputer yang semrawut dengan meniadakan kabel-kabel yang menghubungkan CPU dengan hardware lainnya,” ujar Hermawan Sutanto, Marketing Director Intel Indonesia.
All in One PC - Desktop Mobile yang Stylish Menyediakan Berbagai Fitur Untuk Hiburan KeluargaKarena tidak ada kabel beserakan, tidak ada CPU yang besar, maka AIO terlihat sebagai perangkat komputasi yang simpel dan menarik. Apalagi jika dipadu dengan kibor dan mouse nirkabel. ”Selain fungsi, konsumen saat ini juga menginginkan desain yang menarik,” papar Hermawan.
Pada umumnya, PC AIO memiliki tampilan monitor lebih terang, tidak berbunyi saat dioperasikan, serta mempunyai performa setara PC desktop standar. Menurut Hermawan, ini dimungkinkan melalui prosesor Intel Core generasi keempat Haswell yang memiliki performa sangat tinggi.
Nah, disinilah menariknya. Kehadiran layar sentuh, sistem operasi Windows 8, serta prosesor Haswell memungkinkan monitor PC AIO yang tipis digunakan layaknya sebuah tablet. Misalnya digunakan untuk bermain game secara bersama-sama.
Sebab, beberapa PC AIO saat ini juga telah dilengkapi baterai yang sudah dirakit di dalamnya. Jadi, PC AIO tidak hanya berfungsi sebagai sebuah Desktop, tapi menjadi tablet berukuran besar yang bisa dibawa kemana-mana.
Lenovo Flex 20 adalah salah satu contohnya. “Dengan prosesor Intel, perangkat PC AIO ini memiliki performa tinggi, tapi juga hemat energi. Menggunakan baterai, kita bisa menggunakannya secara nirkabel,” jelas Hermawan lagi.
All in One PC - Desktop Mobile yang Stylish Menyediakan Berbagai Hiburan Keluarga
Keluarga, lanjut Hermawan, menjadi pihak paling diuntungkan dari PC AIO. Tidak hanya bisa digunakan media untuk berinteraksi dengan sesama anggota keluarga, tapi juga memiliki tampilan indah saat dipajang dirumah dibandingkan PC tradisional. ”Rumah yang indah membutuhkan perangkat yang indah pula. Perangkat indah membutuhkan performa yang sama indahnya. Perangkat AIO mampu menjawab itu semua,” ucap Hermawan.
Sumber & Referensi :
Zaman All-In-One "AIO PC" Pengganti Komputer Tradisional
Natiq H. Alim
04:30
Smart EyeGlass dari Sony ini bekerja
dengan cara menampilkan informasi di hadapan penggunanya menjadikan seolah –
olah segala macam informasi dari piranti smartphone Android anda muncul di
dunia nyata. Akan tetapi pada kenyataannya, gambar tersebut hanya muncul sekitar dua
millimeter dari mata anda. Perangkat Smart EyeGlass ini hanya memerlukan Bluetooth atau
Wi-Fi untuk dapat terhubung dengan smartphone anda. Secara keseluruhan Fitur ini hampir sama dengan pesaingnya Google Glass
Selain itu, keunggulan lain
yang ditawarkan Smart EyeGlas ini adalah kelengkapan fitur heads up display
atau HUD. HUD atau heads up display merupakan kecanggihan tampilan informasi
yang seolah – olah berda di depan anda dan berada di permukaan dunia nyata. Walaupun begitu, pengalaman ini tentunya hanya dapat
dinikmati oleh pengguna atau pemakai kacamata canggih dari Sony ini. Terlebih
lagi, Smart EyeGlass dari Sony ini juga dipercaya mampu memberikan kualitas
augmented reality yang jauh lebih kuat dan canggih disbanding pesaingnya. Dengan
begitu, tampilan informasi yang muncul seolah – olah dihadapan anda akan Nampak
semakin nyata.
Harga Smart EyeGlass dari Sony
Sony belum meresmikan berapa harga dari perangkat ini. Smart EyeGlass yang ditawarkan Sony masih berbentuk sebagai
prototype sehingga seluruh kecanggihan yang ditawarkan beserta seluruh fitur
canggihnya masih berupa bocoran yang diberikan pihak Sony terhadap seluruh
pengguna setia Sony. Oleh karena produk ini masih berbentuk prototype dan belum
resmi diluncurkan ke pasaran maka belum ada harga pasti yang membandrol
kacamata canggih besutan Sony ini.
Namun, dengan diumumkannya berbagai kecanggihan, keunggulan
serta keberagaman fungsi dari Smart EyeGlass keluaran dari Sony ini. Sepertinya Sony benar-benar serius dengan Project barunya kali ini, Sony Smart EyeGlass. Sony telah
menarik pengguna dan pelanggan setianya serta seluruh masyarakat pecinta
kacamata canggih untuk segera berbondong – bondong memesan dan membeli piranti
canggih dan modern Sony Smart EyeGlass. Tertarik untuk memilikinya ? . Kita tunggu saja informasi lebih lanjut dari Sony.
Kecanggihan Teknologi Terbaru Sony Smart EyeGlass
Natiq H. Alim
05:21
Kaca mata pintar buatan Google yang diberi nama Google Glass menjadi fenomena akhir-akhir ini. Google Glass merupakan sebuah perangkat Wearable Device yang memiliki fungsi sebagai sebuah kaca mata pintar dengan operating system Android di dalamnya.
Mulai dirilis ke pasaran sejak bulan Februari 2013, tak serta merta membuat semua orang bisa membeli perangkat ini karena sampai sekarang Google Glass masih masuk ke tahap produk percobaan (Beta) sehingga masih perlu di sempurnakan agar bisa dijual secara bebas di pasaran.
Google Glass yang dijual sekarang ini merupakan tipe Google Glass Explorer Edition yang dikhususkan untuk pengembang aplikasi dan kalangan tertentu diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa orang yang berhasil mendapatkan perangkat kebanggan Google tersebut.
Cara membeli Google Glass di Indonesia, memang cukup susah, anda harus mengisi form pada website resmi Google Glass di www.google.com/glass/start/how-to-get-one/. Pada website ini anda harus mengisi beberapa form tentang biodata anda, dan keperluan anda memebeli Google Glass. Apabila anda beruntung anda akan dihubungi pihak Google untuk mendapakan kesempatan membeli Google Glass Exporer Edition.
Harga Google Glass memang tak murah, karena Google membutuhkan riset bertahun-tahun untuk menyempurnakan Google Glass. Sebelum membeli Google Glass, pasti anda bertanya-tanya bagaimana Spesifikasi dan Fitur yang dimiliki Google Glass. Untuk itu silahkan simak informasi hariangadget.com tentang Spesifikasi Dan Harga Google Glass beserta fitur-fitur yang dimilikinya.
Mulai dirilis ke pasaran sejak bulan Februari 2013, tak serta merta membuat semua orang bisa membeli perangkat ini karena sampai sekarang Google Glass masih masuk ke tahap produk percobaan (Beta) sehingga masih perlu di sempurnakan agar bisa dijual secara bebas di pasaran.
Google Glass yang dijual sekarang ini merupakan tipe Google Glass Explorer Edition yang dikhususkan untuk pengembang aplikasi dan kalangan tertentu diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa orang yang berhasil mendapatkan perangkat kebanggan Google tersebut.
Cara membeli Google Glass di Indonesia, memang cukup susah, anda harus mengisi form pada website resmi Google Glass di www.google.com/glass/start/how-to-get-one/. Pada website ini anda harus mengisi beberapa form tentang biodata anda, dan keperluan anda memebeli Google Glass. Apabila anda beruntung anda akan dihubungi pihak Google untuk mendapakan kesempatan membeli Google Glass Exporer Edition.
Harga Google Glass memang tak murah, karena Google membutuhkan riset bertahun-tahun untuk menyempurnakan Google Glass. Sebelum membeli Google Glass, pasti anda bertanya-tanya bagaimana Spesifikasi dan Fitur yang dimiliki Google Glass. Untuk itu silahkan simak informasi hariangadget.com tentang Spesifikasi Dan Harga Google Glass beserta fitur-fitur yang dimilikinya.
Spesifikasi Dan Harga Google Glass
Spesifikasi Google Glass
Spesifikasi Google Glass
- Operating System : Android 4.0.4
- Layar : Proyektor Prism, 640×360 piksel
- Memory : 16 GB
- Ram : 682MB RAM
- Processor : OMAP 4430 SoC, dual-core
- Input : Perintah suara melalui mikrofon, akselerometer, giroskop, magnetometer, sensor cahaya ambient, sensor proksimitas
- Kamera : Foto – 5 MP, video – 720p
- Konektivitas : Wi-Fi 802.11b/g, Bluetooth, USB mikro
- Berat : 50 g
- Baterai : Lithium Polymer (2.1 Wh)
Review Google Glass
Review Google Glass
Ada banyak fitur yang dibenamkan pada Google Glass. Fitur pertama adalah kemampuan mengambil foto dengan perintah suara, anda cukup mengatkan Ok Glass, “take a picture” maka akan langsung keluar pilihan pada layar proyektor prism berukuran 640×360 pixel yang bisa anda lihat langsung di depan mata anda. Hal yang sama juga bisa dilakukan dalam mengambil video dengan mengatakan Ok Glass “take a video”.
Kualitas kamera yang dimiliki Google Glass cukup bisa di andalakan, karena memiliki kamera berlensa 5 megapixels dengan kemampuan merekam video beresolusi HD 720 p. Anda bisa dengan mudah berbagai gambar atau video ke jejaring social yang tersedia di perangkat ini. Untuk berbagai file anda bisa mengandalkan jaringan Wi-Fi 802.11b/g, Bluetooth, ataupun MicroUSB.
Untuk menyimpan hasil foto dan rekaman video, sudah tersedia memory internal berkapasitas 16 Gigabyte. Perangkat ini tidak menyediakan opsi memory eksternal, namun anda masih bisa mengandalkan penyimpapan online seperti Google Drive atau mungkin dropbox sebagai alternatif disaat kehabisan memory internal.
Sebuah procesor OMAP 4430 SoC dengan kecepatan dual-core dan Ram berkapasitas 628 mb menjadi dapur pacu mumpuni dalam menjalankan beragam aplikasi yang tersedia untuk Google Glass. Aplikasi tersebut mendukung semua sumber daya dan teknologi yang dimiliki Google Glass seperti Google Search, Google Maps, Google Translate, Google Play Music, tak luput di masukan ke perangkat ini.
Alhasil Google Glass menjadi sebuah perangkat lengkap yang mampu memenuhi segela kebutuhan informasi. Anda bisa dengan mudah mendapatkan informasi seperti cuaca, jadwal pesawat, dan apapun pertanyaan anda seperti halnya bertanya di google search. Fitur paling keren dari Google Glass adalah fitur Navigasi (Petunjuk Arah) yang terintegrasi dengan Google Maps dan GPS yang dibenamkan pada perangkat ini.
Google saat ini belum menyediakan jaringan selular pada Google Glass,namun anda masih bisa menggunakan Google Hangouts untuk mengirimkan pesan dengan perintah suara dan melakukan panggilan video secara mudah memanfaatkan jaringan Wi-Fi 802.11b/g.
Di bawah ini, kami sudah menyediakan beberapa screenshot tampilan fitur-fitur yang dimiliki Google Glass.
Fitur Google Search Google Glass
Fitur Navigasi Google Glass
Fitur Music Google Glass
Fitur Pesan Google Glass
Fitur Google Glass
Screenshot diatas hanya sedikit dari banyak fitur yang dibenamkan pada kacamata pintar buatan Google tersebut. Semua fitur diatas sudah disiapkan untuk mempermudah semua kebutuhan anda sehari-hari. Mulai dari fitur fitness sampai fitur hiburan sudah siap anda manfaatkan sebaik-baiknya.
Spesifikasi mumpuni dan fitur lengkap di dalamnya sangat pantas apabila nantinya Google Glass dibandrol dengan harga mahal, melebihi sebuah Smartphone berkelas premium. Google sendiri membutuhkan riset panjang dengan biaya tak sedikit untuk menyempurnakan Google Glass, jadi jangan mengeluh apabila Harga Google Glass dibandrol sangat mahal.
Tak hanya tampil canggih, Google Glass juga tampil stylis dan fashionable dengan beragam pilihan frame yang bisa anda pilih sesuai kesukaan dan kebutuhan anda. Saat merilis Google Glass secara bebas, kemungkinan Google akan melengkapi Google Glass dengan spesifikasi lebih canggih menggunakan Operatng System Android Wear yang dikhususkan untuk perangkat Wearable Device. Lalu berapa Harga Google Glass tersebut ?
Harga Google Glass
Harga Google Glass
Harga Google Glass sendiri dipatok sangat mahal, dengan harga $1500 USD untuk versi Google Glass Exporer, sedangkan untuk Harga Google Glass versi konsumen diperkirakan dibandrol lebih murah dengan harga dibawah $1500 USD. Harga Google Glass sangat layak dibandrol dengan harga mahal, karena memiliki fungsionalitas luar biasa.
Sumber & Referensi :
Google Glass, Perangkat Wearable Device Terbaik Berharga $1500
Natiq H. Alim
17:30
Sebagian besar dari kamu mungkin masih ingat, sekitar sepuluh tahun yang lalu, notebook yang berada di kasta tertinggi biasanya memiliki spesifikasi yang mewah dan terkini di jamannya. Bukan cuma itu, beragam notebook yang ada di kelas tersebut juga ada yang dilengkapi dengan beberapa feature sangat menarik, seperti desain yang ringkas dan bobot yang sangat ringan, layar sentuh, atau bahkan layar yang bisa dilipat dan dilepas sehingga bisa berubah menjadi tablet. Saat itu feature-feature tersebut hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang saja karena harganya yang begitu tinggi.
Kini, semakin banyak perangkat mobile seperti smartphone, phablet, dan tablet yang berkinerja tinggi dan mampu menggantikan sebagian besar peran notebook untuk kebutuhan ringan hingga sedang. Hal ini tentunya membuat notebook perlu memberikan nilai tambah lagi untuk membuatnya tetap menarik ditengah-tengah gempuran berbagai perangkat mobile lainnya.
Dimulai dari Netbook
Sejak beberapa tahun silam, Intel telah melahirkan sejumlah konsep menarik untuk membuat perangkat komputer jinjing ini semakin variatif dan menarik. Kamu tentu masih ingat perangkat netbook yang diluncurkan pada tahun 2007 silam. Di periode ini pula Intel memperkenalkan lini prosesor terbaru Intel Atom yang ditujukan untuk perangkat dengan konsumsi daya yang sangat rendah. Intel Atom dan netbook memang tergolong berhasil di jamannya karena mampu menghadirkan sebuah perangkat komputasi murah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan yang ringan.
Era netbook pun berakhir pada tahun 2011-2012 lalu. Di tahun 2012, Intel kembali memperkenalkan sebuah konsep perangkat mobile baru, yaitu hybrid atau yang juga dikenal dengan sebutan 2-in-1. Perangkat ini memiliki konsep menggabungkan tablet dan notebook menjadi satu. Jadi, kamu bisa memfungsikan perangkat ini sebagai sebuah notebook saat bekerja dan membutuhkan keyboard fisik, serta bisa juga difungsikan layaknya sebuah tablet dengan melepas layarnya. Konsep ini sebenarnya telah hadir di perangkat kelas atas seperti yang telah PCplus utarakan di awal tadi. Namun kali ini Intel memastikan akan menghadirkan fasilitas ini ke pengguna yang lebih luas lagi dengan menyediakannya ke perangkat-perangkat yang lebih terjangkau.
Meningkatnya kebutuhan komputasi para pengguna tak mampu diladeni oleh Intel Atom generasi awal yang masih menggunakan arsitektur lawas. Untuk itu, Intel kembali meluncurkan Intel Atom generasi terbaru untuk notebook pada pertengahan 2013 lalu. Intel Atom generasi baru ini telah menggunakan arsitektur terbaru Bay Trail yang jauh lebih efisien dan jauh lebih bertenaga dibandingkan Atom generasi sebelumnya.
Perangkat 2-in-1 yang Terjangkau
Tak lupa, penggunaan Intel Atom generasi terbaru pada perangkat-perangkat ini juga membuat kinerjanya sangat baik di kelasnya. Selain peningkatan kinerja, Intel juga telah meningkatkan tingkat efisiensi daya sehingga konsumsi baterainya sangat irit. Jadi, kamu bisa berlama-lama menggunakan perangkat ini tanpa perlu takut kehabisan baterai. Efisiensi dayanya juga membuat Intel Atom ini sangat dingin sehingga bisa menggunakan sistem pendinginan pasif (tanpa kipas).
Sumber & Referensi :
http://www.pcplus.co.id/2014/08/fitur/perangkat-hybrid-untuk-semua/
http://www.pcplus.co.id/2014/08/fitur/perangkat-hybrid-untuk-semua/
Perangkat Hybrid Untuk Semua
Natiq H. Alim
23:00
Smartphone dan tablet tak lagi jadi primadona. Dalam waktu yang tidak lama lagi, tren pasar akan beralih ke perangkat yang lebih mobile. Seperti apa?
Smartphone hanya mengakomodir 30% dari jumlah ponsel yang terjual di Indonesia selama setahun. Meski demikian, penjualan smartphone mengakomodir lebih dari 70% dari total nilai pasar. Itulah mengapa para vendor berlahan mulai beralih ke smartphone yang menawarkan margin lebih tinggi.
Penetrasi smartphone yang masih kecil ini membuat Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial. Sebab, masih ada 70% pasar yang potensial untuk diajak beralih dari feature phone ke smartphone. Padahal dengan pasar smartphone yang hanya 30% itu lembaga riset GfK sudah menahbiskan Indonesia sebagai pasar smartphone terbesar di negara Asia Tenggara.
Kedepannya, Indonesia bisa menjadi salah satu penggerak pertumbuhan smartphone di dunia. Mengapa? Sebab, pasar smartphone di negara-negara maju sudah mulai masuk ke tahap jenuh. Pertumbuhan penjualan smartphone di pasar paling menguntungkan di dunia, Eropa Barat dan Amerika, mulai melambat.
Menurut lembaga riset Gartner Inc, pertumbuhan 42,3 persen dari total penjualan smartphone global selama 2013 silam yang sebanyak 968 juta unit justru lebih banyak disumbang oleh pasar di negara berkembang.
Karena itu, tidak ada jalan lain bagi vendor smartphone kecuali menciptakan ruang pasar baru. Salah satunya dari wearable device. ”Pasar smartphone akan semakin sulit dimonetisasi. Sementara smart accessory seperti wearable device yang pasarnya relatif baru menyimpan potensi untuk tumbuh,” kata Ian Fogg, analis dari IHS.
Di perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2014 di Barcelona, Spanyol, misalnya, Samsung merilis Galaxy Gear 2 dan Gear 2 Neo yang dibekali banyak fitur baru. Bukan hanya Samsung, vendor Huawei asal China seperti Huawei juga melirik pasar yang dinilai menjanjikan ini.
Huawei yang kokoh di bisnis network dan produsen smartphone ketiga terbesar di dunia pada 2013 itu merilis arloji pintar TalkBand dengan banderol USD136. Fungsinya mirip-mirip dengan model smartwatchyang sudah ada di pasaran.
Selain sebagai ”layar kedua” untuk melihat notifikasi, juga dibenamkan berbagai sensor seperti pedometer untuk merekam langkah serta merekam aktivitas tidur. Huawei tidak sendiri. Lenovo (vendor smartphonekeempat dunia pada 2013) yang baru saja merampungkan pembelian senilai USD2.9 miliar terhadap Motorola Mobility juga siap untuk unjuk gigi tahun ini dengan berbagai produk wearable device.
Tizen Hadang Android
Wearable device bisa hadir dalam beragam bentuk. Mulai gelang, kalung, earphone, kacamata, hingga jam tangan. Semua perangkat tersebut sudah dibekali berbagai sensor yang secara aktif merekam aktivitas penggunanya, untuk kemudian dikirim ke smartphone, PC, atau website.
Arloji pintar adalah perangkat wearable terpopuler di pasar setelah gelang penunjang kebugaran seperti Nike Fuelband SE, Fitbit ataupun JawBone Up. Di arloji pintar inilah medan perang teknologi bergulir.
Galaxy Gear 2 dan Gear 2 Neo yang dikenalkan Samsung di Mobile World Congress (MWC) 2014 di Spanyol tidak hanya mengusung berbagai sensor untuk merekam kebugaran atau mengukur detak jantung, perangkat tersebut ternyata tidak lagi menggunakan Android. Tapi, vendor asal Korea Selatan itu justru menggunakan sistem operasi yang mereka kembangkan sendiri: Tizen.
Mengapa? Jawabannya bisa dilihat dari potensi pasar wearable device itu sendiri yang luar biasa. Samsung tidak ingin Google kembali dominan seperti halnya Android di pasar smartphone dan tablet. Tizen yang sudah dikembangkan sejak tahun lalu itu akan dijadikan sebagai ekosistem tandingan Android di segmenwearable.
Kedepannya Tizen akan dikembangkan jadi ekosistem utama dari berbagai perangkat milik Samsung, mulai televisi, kulkas, hingga mobil. Di MWC 2014, Tizen mulai merangkul developer untuk membuat aplikasi di OS berbasis HTML 5 tersebut dengan kompetisi berhadiah USD4.04 juta.
Tentu saja jika Tizen sukses, Samsung mendapatkan benefit sangat besar. Salah satunya kontrol penuh terhadap perangkat lunak yang mentenagai berbagia produk mereka.
Meski demikian, langkah itu bukannya mudah. Tizen memang punya peluang di wearable device, namun tetap butuh kerja keras. Salah satunya membuat Galaxy Gear sukses. Dari sergi harga yang mencapai USD300, misalnya, arloji tersebut kurang kompetitif. Mencapai 50% lebih mahal dibandingkan smartwatch keluaran Sony Corp dan beberapa vendor lainnya.
Selain itu, saat ini Tizen juga berpotensi membingungkan konsumen yang sudah terbiasa dengan Android. Apalagi, aplikasi di Tizen saat ini masih sangat terbatas.
Sumber & Referensi :
Trend Mobile 2014 : Dari Smartphone Ke Wearable Device
Natiq H. Alim
13:46
Jika dibandingkan dengan TV lengkung besutan Samsung atau
LG, TV lengkung Sony ini terlihat lebih datar yang nampaknya dihadirkan Sony
untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan juga meningkatkan sudut
pandang bagi penggunanya. Bagi Anda penggemar film, drama atau olahraga, dengan
TV Sony baru ini, akan bisa menikmati siaran TV dengan pengalaman baru yang
lebih nyata di depan mata.
Layar Sony Bravia S90 ini juga terlihat lebih ramping dan
halus berkontur sehingga memberikan tampilan mendalam yang spektakuler dan
alami dengan ketajaman 4 kali lipat dibanding Full HD. Layar yang dihitung
secara tepat sudut lengkungnya ini seakan membawa penggunanya masuk langsung ke
dalam aksi yang tengah ditontonnya dan memberikan kenyamanan pandang untuk
setiap orang yang ada di dalam ruangan.
Jajaran TV berlayar lengkung Sony ini dilengkapi dengan
display UltraHD Triluminos dengan ‘X-tended dynamic range’ untuk menghadirkan
warna hitam yang lebih baik. Selain itu dihadirkan juga fitur active 3D dan
upscaling canggih 4K-to-HD untuk bisa menikmati film-film lama, juga speaker
sudut dan subwoofer dengan surround sound 4.2. Sistem suara 4.2 channel
Multi-angle Live Speaker ini juga merupakan yang pertama kalinya digunakan Sony
dimana sistem ini menggunakan drive unit terpisah untuk menghadirkan saluran
langsung kiri, kanan depan dan surround melalui sudut terkontrol yang sempurna
dari speaker yang dibenamkan.
Disebutkan dalam rilis resminya bahwa Triluminos Display
akan mengekspresikan emosi setiap adegan dengan warna merah, hijau dan biru
yang kaya. Sedangkan X-tended Dymanic Range secara cerdas akan meningkatkan
kontras untuk menyoroti kemilau dan hitam yang mendalam. Dengan teknologi 4K
X-Reality Pro, pengguna juga bisa menemukan dunia baru yang lebih mendetail
yang akan melakukan upscaling jaringan TV regular dan film Blu-ray dengan
jumlah piksel empat kali lipat dari Full HD. Kualitas gambar dari S90 ini
setara dengan Sony X9 4K TV yang sudah diakui kehebatannya.
Sony belum merilis harga dari TV terbarunya model Sony
Bravia S90 75” (KD-75S9005B) dan 65” (KD-65S9005B) ini, juga kapan akan
tersedia secara global di pasaran. Sebagai perbandingan, untuk TV lengkung
Samsung 65 inch saat ini dipasarkan dengan harga $5,000 sedangkan untuk ukuran 78
inch dijual dengan harga $8,000.
Sumber : http://www.jagatreview.com/2014/08/sony-luncurkan-uhd-tv-4k-dengan-layar-lengkung-pertamanya/
Sony UHD TV 4K dengan Layar Lengkung Pertamanya
Natiq H. Alim
20:15
Saat ini, resolusi televisi Full HD sebesar 1920 x 1080 memberikan kita tampilan gambar 2 megapiksel. Tetapi generasi terbaru dari layar televisi telah datang dan memberikan tampilan gambar sebesar 8 megapiksel dari kamera hi-res. Dengan Ultra HD TV yang tiba pada tahun ini dari merek TV besar akan makin memanjakan Anda dalam melihat siaran televisi Anda atau seketar memutar blu-ray.
Apa Itu 4K?
Secara teknis, 4K menunjukkan resolusi layar yang sangat spesifik dari 4096 x 2160. Ini adalah resolusi 4K semua rekaman, meskipun banyak orang menggunakan 4K untuk mengacu pada setiap resolusi layar yang memiliki sekitar 4000 piksel horizontal.
TV Ultra HD memiliki resolusi sedikit lebih rendah dari itu, yakni sebesar 3840 x 2160. Dan itu empat kali lebih tinggi dari resolusi full HD 1920 x 1080. Banyak kamera film saat ini sudah memiliki resolusi di atas 4K, misalnya Epic RED yang memiliki resolusi sebesar 5K yakni 5120 x 2700 dan Sony F65 yang memiliki resolusi sebesar 8K atau sebesar 8192 x 4320.
Seberapa Besarkah TV Ultra HD itu?
Sejauh ini televisi Ultra HD datang dari Sony 84X9005 dan LG 84LM960V yang sama-sama memiliki ukuran sebesar 84 inci. Dan pesaing terdekatnya Toshiba 55ZL2 yang membawa televisi dengan ukuran 55 inci yang mana mengklaim bahwa produknya merupakan produk 3D yang tidak menggunakan kacamata.
Jangan lupa Panasonic TH-152UX1W yang membawa TV Plasma sebesar 152 inci yang merupakan televisi pertama yang membanggakan resolusi Ultra HD. Di tahun 2013 ini berharap pasar televisi modern diisi dengan TV Ultra HD dengan ukuran yang raksasa dan dengan harga yang masih dapat diterima. meskipun beberapa akan tetap berukuran rakasa - seperti TV berukuran 84-inch dari Toshiba 84L9300.
TV Ultra HD yang Lebih Kecil di Tahun 2013
Untungnya, mereka semakin mengecil ukurannya dan sedikit lebih terjangkau. Semester pertama tahun 2013 kita akan melihat peluncuran 58-inch Toshiba 58L9300, 65-inch Toshiba 65L9300, 55-inch Sony KD-55X9000A dan 65-inch Sony KD-65X9000A.
Sementara Samsung memamerkan S9 Ultra HD LED TV yang memiliki ukuran sebesar 55 inci yang dikabarkan menelan biaya hingga US$37,900 atau sekitar 36 jutaan yang akan menyusul kemudian.
Apakah Anda Membutuhkan TV Ultra HD?
High definition datang dalam dua kelas: 720p (HD ready) dan 1080p (Full HD), keduanya menawarkan informasi foto lebih dari format definisi standar. Semakin banyak piksel yang membentuk gambar, semakin banyak detail yang Anda lihat. Dan Ultra HD hanya membutuhkan langkah kecil untuk melakukan semua itu.
Jumlah pixel yang tinggi juga memungkinkan gambar untuk menampilkan gambar yang lebih besar lagi sebelum piksel di dalam gambar tersebut pecah. Ultra HD sudah membuat terobosan besar ke dunia cinema digital, hampir semua film besar Hollywood dan acara TV difilimkan pada resolusi 4K atau 5K.
Tentu saja, banyaknya resolusi gambar berpengaruh pada jarak dari para penonton yang melihatnya. Lalu apa perbedaan nyata antara 720p dan 1080p? Jawabannya adalah sekitar dua meter. Meningkatkan kepadatan pixel dan Anda bisa duduk lebih dekat tanpa grid pixel menjadi jelas, sedangkan resolusi 2160P - atau Ultra HD - memungkinkan Anda untuk duduk 1.6m dari layar. Beberapa insinyur berselisih paham bahwa Anda dapat melihat perbedaan antara 2K dan 4K pada setiap layar kurang dari 100-inci.
Dapatkah Membeli Sebuah Proyektor Ultra HD Bioskop untuk Rumah?
Ya. Produk pertama dari Ultra HD untuk konsumer datang dari Sony VPL-VW1000ES tahun 2012, yang mana berupa sebuah proyektor bioskop rumah yang meminjam teknologi yang awalnya dikembangkan untuk proyektor bioskop komersial. Memang, VPL-VW1000ES memiliki spesifikasi sesuai dengan Digital Cinema Inisiatif (DCI) yang menggunakan resolusi yang sedikit berbeda (4096 x 2160 piksel) dari Ultra HD TV. Sony VPL-VW1000ES dapat menerima konten Ultra HD melalui HDMI dan menampilkannya secara native serta mengkonversi setiap yang masuk.
Super Hi-Vision
Ada teknologi terbaru lainnya yang masih di kerjakan secara prototipe oleh stasiun penyiaran di Jepang, NHK yang membuat teknologi Super Hi-Vision. Itu diujicobakan secara luas di Olimpiade London 2012 oleh BBC, namun tampaknya tidak memiliki banyak kesempatan untuk menjadi format bonafide. Teknologi ini membawa tingkat frame HD di 120fps dan dengan reosolusi sebesar 7680x4320 (itu sekitar 32 megapixel).
Kapan Ultra HD akan Menjadi Teknologi Standar Pada TV?
Memperkenalkan HD TV Ultra tidak seperti menambahkan backlighting LED ke layar LCD. Ini tentang mendalangi pergeseran seismik dalam infrastruktur siaran dan hiburan. Saat ini satu-satunya perangkat untuk menawarkan Ultra HD adalah PC dengan kartu grafis resolusi ultra tinggi, yang biasanya menggunakan kuartet SDI atau output HDMI untuk mengirimkan video beresolusi 8 MP.
Bahkan, Ultra HD belum ada – ini merupakan sebuah demo yang harus dipatuhi oleh para produsen. Setelah prototipe ini disepakati dan ditandatangani, maka TV Ultra HD akan hadir tidak akan lama lagi, lalu siapa yang akan menjadi adopter dini dari teknologi ini? [PY]
Sumber & Referensi :
Ultra HD dan 4K: Segala Seuatu yang Perlu Anda Ketahui Tentang TV HD
Natiq H. Alim
04:55
Natiq H. Alim
04:55
Kemampuan layanan data internet berbasis 4G long tem evolution (LTE) saat ini tengah dinantikan hadir di Indonesia secara luas dan merata. kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) beserta sejumlah operator seluler mengaku sedang menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan mulai dari segi infrastruktur, kesiapan teknologi, hingga spektrum jaringan yang siap digunakan.
Berbeda dengan Indonesia, sejumlah negara lain telah lebih dulu mencicipi 'nikmatnya' berkomunikasi dengan dukungan teknologi 4G LTE. Menurut data yang dimiliki oleh Ericsson, sejauh ini tercatat sekitar 200 juta pengguna smartphone di berbagai penjuru dunia yang telah berlangganan paket internet berbasis jaringan 4G LTE.
Presiden sekaligus CEO Ericsson Hans Vestberg di gelaran Mobile World Congress (MWC) 2014 yang berlangsung beberapa waktu lalu mengatakan, "kita menggunakan smartphone setiap harinya untuk berbagai jenis kegiatan. Hal itu membutuhkan jaringan yang menyediakan kinerja yang unggul. Kami berusaha menghadirkan jaringan lintas generasi, mulai dari jaringan fixed ke wireless, LTE, dan di masa depan akan ada 5G."
Kebutuhan akan jaringan konektivitas internet yang cepat dan stabil bahkan diakui Presiden Direktur Ericsson Indonesia Sam Saba sudah sangat mendesak. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan jumlah pengguna perangkat mobile, khususnya smartphone yang sangat cepat.
"Pelanggan layanan data internet di seluruh dunia hingga akhir 2013 mencapai 8 miliar. Wilayah Asia Pasifik merupakan pasar terbesar dengan jumlah pelanggan mencapai 1,3 miliar. Bahkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan Ericsson memprediksi pengguna perangkat mobile di dunia akan mencapai 9,3 miliar," ungkap Sam di acara diskusi Q1 2014 Teropong Trend Telekomunikasi yang berlangsung hari ini, Kamis (13/3/2014), di Plaza Senayan, Jakarta.
Total jumlah pelanggan layanan data internet pada tahun 2019 diprediksi akan didominasi oleh pengguna smartphone. 60% atau setara dengan 5,6 miliar diantaranya diprediksi merupakan pengguna ponsel pintar.
"Sedangkan di Indonesia, kami memprediksi akan ada penambahan sekitar 5 juta pelanggan seluler baru. Akhir 2013 pelanggan seluler di Indonesia telah mencapai 260 juta," papar Hardyana Shintawati selaku VP Marketing and Communication Ericsson Indonesia pada kesempatan yang sama.
Dengan jumlah tersebut, maka tak heran jika para pengguna perangkat mobile di Indonesia sangat menantikan kehadiran jaringan 4G LTE. Namun hingga kini belum bisa dipastikan kapan dapat tersedia secara luas dan dinikmati oleh konsumen umum.
Menteri Kominfo Tifatul Sembiring sendiri beberapa waktu lalu sempat mengatakan bahwa kemungkinan besar pihaknya akan mengusahakan menggelar jaringan 4G LTE di tahun 2015 mendatang.
Sumber & Referensi :
Pengguna Smartphone Membludak, 4G LTE Makin Dinanti
Natiq H. Alim
05:30
Natiq H. Alim
05:30
Oculus Rift tampak seperti sepasang kacamata ski. Di dalamnya terdapat dua lensa, satu untuk setiap mata, yang mengarah pada layar LCD tunggal. Layar akhir akan menjadi 7 inci, sedang prototipe yang diuji 5,6 inci. Layar itu memberikan dua gambar terpisah, satu untuk masing-masing mata, sehingga pengguna mendapatkan stereoscopic 3-D.
Inilah yang menakjubkan, yakni sensor di accelerometer dangyroscope yang masuk ke dalam game PC. Ketika pengguna memutar kepala, pandangannya bergerak hampir sempurna dengan alat ini, 360 derajat, serta pandangan ke atas dan ke bawah."Hal ini pengalaman interaktif yang paling mendalam yang pernah saya lihat," ujar Dan Nosowitz dari Popular Science.
Situs Oculus mengatakan Rift menggunakan teknologi pelacakan khusus yang membuat latency pelacakan kepala 360 derajat sangat rendah sehingga memungkinkan pengguna secara mulus melewati dunia maya seperti di kehidupan nyata. Setiap gerakan halus kepala pengguna dilacak secara real timesehingga menciptakan pengalaman alami dan intuitif.
Perangkat canggih ini bekerja seperti sebuah peripheral. Anda menghubungkan ke komputer Anda dan bermain game PC dengannya. Ia membutuhkan sebuah PC gaming berkemampuan besar pada saat ini. Oculus Rift dimulai sebagai proyek hobi Palmer Luckey. Pria ini mengawali idenya dengan membongkar smartphone dan lantas membuatnya sebagai pendahulu Oculus Rift.
Luckey menulis proyeknya di sebuah forum, tempat dia bertemu John Carmack, seorang legenda game pencipta Doom, Quake, Wolfenstein 3D dan banyak lagi. Carmack meminta Luckey melakukan pengujian produk. Ia menyukainya dan menjadi pendukung terbesarnya.
Carmack juga membawa Luckey ke atas panggung di konvensi game E3 dan bahkan membantunya dalam proses pengembangan. Kemudian proyek itu digarap Kickstarter, sebuah platform pendanaan terbesar di dunia untuk proyek-proyek kreatif.
Ketika menguji layar prototipe Oculus Rift, Nosowitz mengakui tim pengembang telah bekerja sangat keras untuk menghilangkan latency yang terjadi. Desainnya juga sedikit berbeda.
"Tapi apa yang begitu mengejutkan dan mengesankan tentang Oculus Rift adalah bahwa ia benar-benar bekerja," kata Nosowitz, Rabu, 5 Februari 2014.
Pengguna yang memakai Oculus Rift akan masuk ke dunia yang sama sekali baru. Gerakan tubuh mereka bakal merespons seperti di dunia nyata. Sangat nyaman dan alatnya tidak terlalu berat, hanya 369 gram. Benar-benar seperti kacamata ski.
Rift menyediakan sudut pandang sekitar 110 derajat. Kombinasi sudut pandang lebar dengan pelacakan kepala dan stereoscopic 3D inilah yang diklaim pengembangnya menciptakan pengalaman virtual reality masa depan.
Satu-satunya masalah yang ditemukan Nosowitz adalah kecenderungan untuk memindahkan seluruh tubuhnya dan bukan hanya headset. Jika Anda bersandar untuk melihat sekitar sudut, misalnya, headset tidak dapat menerjemahkannya ke dalam gerakan dalam game.
Selain itu, ada masalah mabuk, istilah yang ditolak Oculus. Mereka lebih suka menyebutnya "disorientasi", meskipun itu hal yang sama. Nosowitz mengaku agak sulit untuk mengetahui apakah penyebab mualnya karena Rift atau terlalu lama bermain. Namun, hal itu bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Beberapa orang mungkin akan bereaksi lebih buruk daripada yang lain.
Development Kit diharapkan keluar bulan Maret dan perusahaan berharap versi consumer product dapat dirilis tidak terlalu lama pada tahun ini. Oculus mengatakan harganya sekitar US$ 300. Menurut Nosowitz, produk Rift ini merupakan salah satu hal yang paling menakjubkan di CES tahun ini.
Sumber :
Oculus Rift: Kacamata Virtual Reality Gerbang Menuju Dunia Virtual
Natiq H. Alim
21:22

