Welcome to Analog

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Hic laboriosam ipsa sequi? Laudantium aspernatur iusto blanditiis, totam perferendis dicta magni.

About Us

WE ARE CREATIVE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In maximus ligula semper metus pellentesque mattis. Maecenas volutpat, diam enim sagittis quam, id porta Lorem ipsum dolor sit .Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In maximus ligula semper metus pellentesque mattis. Maecenas volutpat.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur amet, consectetur adipiscing elit. In maximus ligula semper metus pellentesque mattis. Maecenas volutpat.

Services

What We Do?

WEB DESIGN

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Nulla ducimus aliquam asperiores modi. Labore, quisquam.

GRAPHSIC DESIGN

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Nulla ducimus aliquam asperiores modi. Labore, quisquam.

PHOTOGRAPHY

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Nulla ducimus aliquam asperiores modi. Labore, quisquam.

CLEAN CODE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Nulla ducimus aliquam asperiores modi. Labore, quisquam.

PROGRESS AND ACCORDIANS

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Nulla ducimus aliquam asperiores modi. Labore, quisquam.

24/7 Support

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Nulla ducimus aliquam asperiores modi. Labore, quisquam.

1254

HAPPY CLIENTS

1424

COMPLETE PROJECT

2136

CUP OF COFFIE

15

AWARDS

TEAM

MEET OUR AWESOME TEAM

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In maximus ligula semper metus pellentesque mattis. Maecenas volutpat, diam enim sagittis quam, id porta Lorem ipsum dolor sit .Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In maximus ligula semper metus pellentesque mattis. Maecenas volutpat.

Photography 95%
Videography 85%
WEB DESIGN 75%
Illustrator 60%
image
John Doe
Manager Developer
image
John Doe
Manager Developer
image
John Doe
UI/ UX Designer
image
John Doe
php Developer
Prices

Choose the perfect Plan

19$

per month
  • 10GB Storage
  • 10 Emails
  • 10 Domains
  • 1GB Bandwidth
  • 50 SubDomains
  • Email Support

49$

per month
  • 10GB Storage
  • 10 Emails
  • 10 Domains
  • 1GB Bandwidth
  • 50 SubDomains
  • Email Support

99$

per month
  • 10GB Storage
  • 10 Emails
  • 10 Domains
  • 1GB Bandwidth
  • 50 SubDomains
  • Email Support
img

Jon Doe

CEO, Meghna Group

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Rem recusandae est, expedita! Libero unde optio ratione expedita. Maxime iste, quasi.

img

Jon Doe

CEO, Meghna Group

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Rem recusandae est, expedita! Libero unde optio ratione expedita. Maxime iste, quasi.

img

Jon Doe

CEO, Meghna Group

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Rem recusandae est, expedita! Libero unde optio ratione expedita. Maxime iste, quasi.

Blog

LATEST FORM Blog

Showing posts with label Madura Region (Story). Show all posts
Showing posts with label Madura Region (Story). Show all posts

Masjid Martajasah Bangkalan




Martajasah biasa disebut dengan tejesah (kalau di Bangkalan), Masjid yang sudah ada sejak dulu ini sudah terkenal ke seluruh luar jawa, bahkan tak jarang dari peziarah-peziarah yang datang bila di tanyakan , mereka berasal dari luar jawa, yang datang ke Bangkalan untuk berziarah ke makam buju’.  Martajasah adalah pesarean Syeikh Khona Moh. Kholil Bik Abdul Latif yang terletak di wilayah Bangkalan, Madura (Madura Barat) Pesarean ini bukan hanya peziarah saja, melainkan para wisata juga memanfaatkan waktu luangnya untuk rekreasi sejenak di sana.


Masjid yg terletak di Kelurahan Mlajah Bangkalan Madura ini, mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat bangkalan maupun di luar jawa. Merupakan tempat yang selalu di padati oleh para peziarah ke makam Syaikhona Cholil dari berbagai kota. Kemegahan dan kemewehan masjid ini membuat para pengunjung silih berdatangan, apalagi pada tiap malam jum’at yang tak pernah sepi pengunjung (peziarah) untuk berdo’a mengharap barokah beliau. 



Gedung yang sangat besar seperti masjid yang megah adalah ciri khas Martajasah. Agar pengunjung (peziarah) betah di sana. Bangunan Masjid Martajasah sudah lebih bagus dan megah daripada sebelumya. Dulunya tidak seperti yang sekarang ini, tempatnya sempit dan sebagainya. Tetapi menjelang perkembangan jaman akhirnya dibuatlah bangunan sebesar sana. Meski demikian tempat itu tidak dijadikan tempat shalat jum'at karena telah tersedianya masjid di dekat sana. Jadi untuk para jama’ah yang ingin sholat jum’at silahkan mengunjungi masjid-masjid di sekitar Martajasah tersebut. 

Di hari kamis biasanya mulai dari sore hari, jalanan sudah mulai di padati oleh beberapa orang yang ingin melaksanakan sholat magrib berjema’ah disana, bahkan ada juga dari mereka yang ingin bermalam di tempat tersebut. 

Martajasah, juga di padati oleh para pedagang, penjual aksesoris, pakaian oleh-oleh dan sebagainya. Sehingga para peziarah bisa membawa oleh-oleh khas madura. Beraneka macam, tak hanya aksesoris dan pakaian, disana juga terdapat kuliner seperti sate yg dikenal sate khas madura. Jadi selain kita mendapatkan barokahnya Syaikhona Cholil, kita bisa membawa pulang tanpa tangan kosong, untuk keluarga di rumah. Bagi yang rumahnya deket cukup makan di rumah aja ya (Penghematan). Apalagi kalau yang namanya hari puasa, makanan mulai dari jam 4 sudah tersedia macam aneka makanan, mulai dari berkuah, yang tidak, dan juga gorengan. 

Setaip hari-hari besar Islam pula di sana tidak tanggung-tanggung untuk merayakannya. Do'a bersama dengan Habib Syeikh Assegaf juga pernah didatangkan ke sana, sebagai tanda bahwa tidak maen-maen untuk merayakan hari-hari besar tersebut. Selain itu juga terdapat cerama agama yang telah biasa dilakukan setelah shalawat bersama, sehingga tidak menjenuhkan pendatang di sana. 

Sejarah Syaikhona Cholil bagi masyakat Bangkalan, pastinya sudah banyak yang megenal sosok beliau. Sejaranya telah di bukukan oleh para santri Syaikhona Cholil yang terletak di Ponpes Syaikhona Cholil Bangkalan. Mungkin dari anda yang belum mengetahui, silahkan anda mengunjungi pesarean Syaikhona Cholil di Bangkalan.

Pesarean Aer Mata (Makam Rato Ebhu) Bangkalan



Pasarean Aermata atau Makam Ratu Ibu (Rato Ebhu), demikian penduduk Madura menyebut situs bersejarah yang berada di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan ini.

Sejak ratusan tahun silam, Aermata tak hanya populer karena keunikan seni arsitekturnya, tetapi juga karena kadar kekeramatannya. Itu sebabnya, Pasarean Aermata tak pernah sepi dari kunjungan para peziarah. Terlebih di saat-saat tertentu, seperti pada malam Jum’at Legi, Jum’at Wage, Bulan Suro, saat malam ganjil di bulan Ramadhan atau Syawal, jumlah pengunjung di kompleks makam itu meledak bukan kepalang. Bila dihitung secara kasar jumlahnya bisa mencapai ribuan orang peziarah.

Peziarah yang mengunjungi Pesarean Aer Mata ini tak hanya dari Madura saja, juga ada yang datang dari luar kota bahkan sampai luar negeri. Ketika ditanya, para pengunjung banyak menjawab bahwasanya mereka dari luat kota. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Nanggroe Aceh Darussalam dan lain sebagainya. Untuk luar negeri, yang paling banyak berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan bahkan Bangladesh.

Kompleks kuburan kuno itu terhampar kokoh di puncak bukit kecil berketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena itu pula saat kita berkunjung ke sana, mencapai makam itu terlebih dulu harus menaiki puluhan anak tangga agar sampai di Pasarean Aermata.

Sampai di atas kompleks makam, kita akan menjumpai pagar batu andelis warna putih yang mengitari makam, batu-batu itu disusun rapi, tanpa menggunakan perekat semen bak bangunan candi-candi tua di Pulau Jawa. Ada enam cungkup ukuran besar, sedang, dan kecil berdiri tegar di bagian tengahnya. Desain arsitekturnya yang unik tak hanya menawarkan keelokan situs karya seni yang antik, namun juga menyiratkan nuansa sakral dan juga magis.

Aroma keunikan dan daya tarik dari Pasarean itu berada pada tokoh yang dimakamkan di sana. Selain terdapat makam para Raja Madura. Daya tarik lainnya ada pada motif dan ukiran unik yang ada di perabotan makam. Yaitu susunan batu andelis pada pintu gerbang kedua, cungkup peringgitan tempat menerima tamu peziarah, cungkup tempat penyimpanan senjata dan sisa perabotan peninggalan kerajaan, cungkup para juru kunci, serta tiga cungkup utama tempat bersemayamnya jasad para raja. Demikian pula aksesori hiasan memolo dan kemuncak yang bertebaran di puncak atap masing-masing cungkup.

Rumit memang, pemahaman kita terhadap konfigurasi seni ukir yang ada di kompleks makam. Apalagi di balik konfigurasi seni ukir itu tersimpan simbol misteri yang melambangkan kerukunan antar umat dari tiga agama yang berkembang pada saat itu, yakni Islam, Buddha, dan Hindu. Jika peziarah teliti, simbol kerukunan itu, meski samar, nampak terlihat transparan, sebab di antara hamparan ragam bentuk seni ukir itu, tersisip ukiran bunga teratai yang menyimbolkan ajaran Budha, miniatur Ganesha sebagai simbol Hindu, serta ukiran kaligrafi sebagai simbol Islam. Ketiganya saling bertaut menggambarkan sebuah cerita kerukunan antar umat di Madura pada dulu kala.

Sayangnya, ajaran kebaikan tentang keagamaan dan falsafah yang ada di balik keunikan dan kemisterian Pesarean Aermata tak banyak orang tahu. Hal ini dapat dilihat dari datangnya para peziarah yang kebanyakan dari daerah luar Madura dan Pulau Jawa. Inilah tantangan yang harus segera dijawab oleh pemerintahan setempat bekerjasama dengan masyarakat dan para ahli sejarah, untuk terus berupaya maksimal menggali dan menyebarluaskan informasi sejarah yang ada di negeri ini. Seperti sejarah Aermata sendiri.

Masjid Agung Bangkalan

Masjid agung bangkalan merupakan salah satu masjid yang luas dan umurnya cukup tua usianya. Masjid ini berada di sebelah timur kampung kranan, Kelurahan Kranan lebih tepatnya. Dan disebelah barat alun-alun Bangkalan. Masjid ini adalah masjid terbesar disekitar Bangkalan, yah namanya juga “Agung”. Masjid Agung Bangkalan yang sekarang sudah di renovasi dan di perbagus lagi. Jika dibandingkan dengan yang dulu, pastinya sudah lebih bagus yang sekarang. Hanya saja kita tidak bisa melihat seni pilar kayu jati di dalamnya.

Masjid ini dibangun oleh Sultan R. Abd. Kadirun. Konon dalam ungkapan cerita para sesepuh yang sudah merakyat bahwa Sultan R. Abd. Kadirun selain terkenal sebagai Sultan yang digdaya, juga dikenal sebagai Sultan yang soleh dan alim dalam ilmu agama. Dalam kurun pemerintahan Sultan R. Abd. Kadirun, tepatnya pada hari Jum’at Kliwon tanggal 14 Jumadil Akhir 1234 H atau 10 April 1819 M sesudah Sholat Jum’at, tiang agung dipancangkan (pemugaran yan pertama) dengan ukuran 30 m x 30 m, dan waktu itu diresmikan sebagai wakaf/dijadikan Masjid Umum (Jami).

Para sesepuh Bangkalan menyatakan bahwa Masjid Jami’ Kota Bangkalan dibina oleh Panembahan Sidomukti dan diwakafkan oleh Sultan R. Abd. Kadirun yang wafat pada tanggal 11 safar 1236 H (tahun 1847) dimakamkan di kompleks tanah Masjid/dibelakang Masjid yang disebut Cungkup. Sedang tulisan (kaligrafi) yang tertera disekeliling Masjid ditulis oleh R. Moh. Zaid yang kemudian diberi gelar Raden Mas Kayadji. Ya sampai sekarang pun masjid ini telah direnovasi sehingga menjadi sebuah masjid yang bagus.

Masjid Agung Bangkalan ini sekarang sering di kunjungi oleh banyak orang. Tentunya untuk beribadah dan berziarah ke makam. Sekarang ini banyak sekali orang-orang yang mendatangi Masjid Agung kota Bangkalan ini. Apalagi ketika bulan Ramadhan tiba, Masyarakat Bangkalan melaksanakan ibadahnya di Masjid Agung Bangkalan ini, ketika sholat tarawih, masjid ini sangat ramai dikunjungi para jama’ah Sholat. Selain sholat taraweh yang ramai, ketika sholat subuh, dzuhur, ashar pun juga ramai.


Masjid Agung Bangkalan ini juga sering di kunjugi oleh warga kampung sekitar tak hanya sekitar, banyak dari daeah lain yang mengunjungi Masjid ini. Mereka sering sholat di Masjid Agung Bangkalan ini, Selain dekat dengan kampung para warga pun senang mengunjungi masjid Agung Bangklan ini. Mereka sering pula mengajak sanak saudaranya untuk sholat di Masjid Agung Bangkalan ini. Masjid ini sering digunakan ketika ada acara peringatan hari lahir NU di kota Bangkalan, bahkan saking dari ramainya acara ini, Masjid Agung Bangkalan menjadi ramai sekali dipenuhi oleh masyarakat.

Api Tak Kunjung Padam Pamekasan

Api Tak Kunjung Padam merupakan ikon utama parwisata Kabupaten Pamekasan. Api Tak Kunjung Padam (Api Abadi) terletak di desa Larangan Tokol, kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan yang berjarak 4 km kearah selatan dari kota pamekasan dengan prasarana jalan yang cukup baik. tempat ini sangat unik karena wisata alam seperti ini hanya ada 2 di Indonesia. Tempat wisata yang biasa disebut sebagai api tak kunjung padam ini merupakan sebuah wisata alam yang masih alami. Dan juga di sana telah tersedia kios dan Artshop untuk oleh-oleh.

Obyek ini memiliki daya tarik baru dengan mengandalkan keajaiban alam berupa Api Abadi atau Api Alam, dimana api ini berasal dari dalam tanah apabila di gali akan muncul api dengan sendirinya. Atraksi wisata yang bisa kita lakukan, yaitu bisa membakar sendiri jagung, ikan dll yang kita bawa atau bisa kita beli disekitar obyek. Selain api alam terdapat juga sumber air belerang yang konon katanya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit kulit, bahkan peneliti mengatakan air belerang ini bisa dijadikan bahan untuk kosmetik.

Menurut cerita rakyat disana, kenapa daerah tersebut dapat memancarkan nyala api yang tak pernah mati adalah berawal dari seorang pemuda bernama Hadagi yang belajar Islam. dan kemudian ia menyebarkan ajaran islam didesa larangan tokol tersebut. Karena kepandaiannya, ia memperoleh julukan “Ki Moko” dari warga sekitar. Suatu ketika Ki Moko ingin mempersunting seorang putri Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai timur. Ikan itu sejenis lele yang kata orang Madura disebut dengan juko’ ketteng (Bahasa madura). Kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada putri palembang sebagai mas kawinnya. Peristiwa ajaib pun terjadi, mata ikan itu berubah menjadi mutiara.

Pesta pernikahan pun dilangsungkan tepat di bawah pohon Palembang, karena keadaan yang gelap, maka Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah. Peristiwa ajaib kembali terjadi. Seketika muncullah api dari bekas tancapan tongkat tadi. Dan titik api itulah hingga kini masih terus menyala dan dinamakan dengan api tak kunjung padam.

Ternyata tanah dikawasan itu mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan O2, maka terjadilah fenomena api menyala itu. Sebenarnya ada dua tempat dimana api abadi itu menyala dan masih dalam satu kawasan. yang pertama berada ditempat yang biasa dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun asing dan disebut dengan Apoy Lake (Api laki-laki). Satunya berada tepat didekat pintu masuk (di tengah sawah) yang biasa disebut dengan Apoy Bine’ (Api wanita). Selain itu kawasan itu juga terdapat sumber air yang mengandung belerang, konon katanya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Tapi sekarang sumber air itu sudah tidak ada lagi karena pipanya macet.

Obyek wisata Api Tak Kunjung Padam ini dijadikan sebagai lokasi perkemahan bagi pelajar maupun mahasiswa. Sebagai langkah untuk pengembangan Obyek Wisata Api Tak kunjung Padam, kawasan ini sangat cocok untuk areal perkemahan yang dilengkapi sarana permainan Outbound yang cukup diminati saat ini. Setiap malam bulan Purnama lokasi wisata ini selalu ramai dikunjungi karena terdapat pertunjukan Pencak Silat.

Stadion Gelora Bangkalan



Stadion Gelora Bangkalan salah satu tempat yang terkenal di Bangkalan. Stadion Gelora Bangkalan merupakan tempat atau lapangan yang di gunakan untuk cabang olahraga. Terutama olahraga sepak bola. Dan letak stadion ini adalah pas di samping sekolah tercinta saya, MAN Bangkalan. Stadion tersebut sudah di renovasi dan diperbaharui. Dulu, Stadion Gelora Bangkalan tidak seperti sekarang yang mewah dan bagus. Dulu itu stadion adalah bangunan yang biasa saja. Tidak semenarik dan sebagus yang sekarang.

Karena sekarang stadion sudah di renovasi, maka banyak anak sekolahan stadion ini untuk tempat nongkrong dan berkumpul dengan teman-teman yang lain. Sebenarnya bukan anak sekolahan saja, dari mulai anak-anak hingga orang dewasa banyak disana.  Halaman depan stadion ini biasa di gunakan untuk tempat olah raga bagi anak sekolahan maupun bukan anak sekolahan. biasanya oleh orang-orang sekitar digunakan sebagai tempat untuk lari pagi. Bagi para anak sekolahan digunakan sebagai tempat olahraga pada waktu jam pelajaran olahraga.

Pada malam hari juga banyak orang yang kesana, sekedar nongkrong, bermain-main, naik odong-odong dan sebagainya. Namun sayangnya ada juga yang menggunakan stadion ini untuk hal negatif. Karena di samping stadion ini tempatnya petang. Di lihat dari jalan raya saja sudah terlihat kalau orang yang pergi ke samping atau belakang stadion adalah orang yang berlainan jenis. Jadi mungkin saja mereka berbuat hal-hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu sebaiknya ada keamanan dari pihak yang berwajib untuk menjaga tempat ini.

Di depan stadion biasanya seperti yang saya katakan sebelumnya, di gunakan anak-anak muda untuk nongkrong pada malam hari. Kadang-kadang ada sponsor yang mengadakan panggung nyanyi, sejenis konser kecil untuk hiburan disana. Biasanya di malam Minggu, Karena tempat itu paling ramai dimalam Minggu. Sebenarnya tempat itu baik, tapi banyak orang-orang yang tidak tahu aturan menggunakan tempat menyalahi aturan. Alangkah baiknya jika kita ingin ke sana untuk nongkrong atau gath dengan teman-teman kita, hendaknya kita bisa menjaga diri kita agar tidak menjerumuskan ke hal negatif.


Disebuah selatan stadion, juga terdapat pusat kuliner yang disebut dengan “PUMARA” Pusat Makanan Rakyat”. Tempat yang menyajikan banyak makanan yang khususnya berasal dari Madura, seperti Sate khas Madura, Soto Madura, dan masih banyak lagi makanan disana. Sebenarnya Pumara ini bukanlah tempat yang baru, sebelumnya tempat itu di bangun di Alun-alun bangkalan. Namun dipindah ke Stadion. Saya sendiri belum tahu kenapa, yang penting tempat itu tidak ditiadakan. 

Gedung Olah Raga (GOR) Sultan Abdul Kadirun Bangkalan

Gedung Olah Raga Sultan Abdul Kadirun atau Biasa disebut GOR SAKA adalah bangunan yang serba guna. Bangunan ini bisa di gunakan sesuai dengan kebutuhan orang-orang. Ada banyak fungsi dan kegunaan dari GOR SAKA ini. Biasanya gedung ini digunakan untuk acara pernikahan. Karena tempatnya yang lumayan luas untuk acara pernikahan. Dan dapat menampung banyak tamu undangan. Dan mungkin karena keadaan gedung ini yang lumayan bagus makanya orang-orang memilih menikah di gedung ini.


Tidak hanya untuk pesta pernikahan saja,  namun gedung ini selalu digunakan apabila ada lomba-lomba. Seperti lomba Kacong-Jebbheng Bangkalan, Lomba Mapel, Try Out, Olimpiade dan lain-lain. Tempat pelaksanaan lomba Kacong-Jebbheng diadakan di GOR SAKA karena seperti halnya pada pernikahan tadi, GOR SAKA dapat menampung banyak penonton karena sudah tersedia tempat duduk khusus untuk para penonton di sisi-sisi pinggir. Kapasitasnya sangatlah besar, kira-kira bisa ditempati oleh ribuan orang di sana.

Diadakannya lomba Drum Band se-Kabupaten Bangkalan pun di GOR SAKA Bangkalan karena hanya GOR SAKA inilah yang layak untuk menjadi tempat perlombaan. Dan karena gedungnya luas jadi untuk peserta Drum Band dapat menunjukkan penampilannya dengan maksimal. Karena tersedianya lapangan yang luas. Dan dari MAN Bangkalan juga ikut lomba disana. Selain Drum Band juga digunakan sebagai tempat lomba bela diri, khususnya bela diri asal Indonesia, yaitu Pencak Silat. Seni Bela diri yang sangat dibanggakan oleh Bangsa Indonesia.

GOR SAKA tidak hanya untuk acara pernikahan dan lomba-lomba saja namun, gedung ini juga bisa di gunakan untuk cabang olahraga. Yah namanya juga GOR (Gedung Olah Raga), pastinya yujuan utamanya untuk tempat Olah Raga. Karena lantai Gor Saka yang terbuat dari kayu jadi cocok jika di buat tempat olahraga. Lantai yang terbuat dari kayu membuat kaki tidak licin dan memperkecil kemungkinan untuk jatuh atau terpeleset. Sebab itulah gedung ini juga di gunakan untuk cabang olahraga. Seperti basket, bulu tangkis, dan banyak yang lainnya.


Salah satu cabang olahraga yang sering menggunakan GOR SAKA Bangkalan untuk sekedar latihan atau pertandingan antar teman adalah futsal. Mungkin karena GOR ini adalah bangunan tertutup dan bagus. Jadi tidak usah panas-panasan jika ingin bermain futsal. Dan juga tempatnya yang nyaman untuk bermain futsal. Mungkin karena itu banyak anak-anak yang menggunakan GOR SAKA Bangkalan untuk bermain futsal. Selain hanya untuk bermain, juga digunakan sebagai Tempat Kompetisi Futsal di sana.

Pantai Siring Kemuning Tanjung Bumi

Sebagai negara maritim kepulauan dengan garis pantai membentang sepanjang 95.181 km, sangat wajar kalau Indonesia memiliki banyak sekali pantai yang indah. Beberapa di antaranya sudah sangat terkenal hingga ke dunia internasional, sebut saja Pantai Kuta dan Pantai Sanur di Bali. Namun tidak sedikit pula yang masih tersembunyi sehingga keindahannya tidak banyak disaksikan mata manusia. Salah satunya Pantai Siring Kemuning di Bangkalan, Madura.

Pantai Siring Kemuning terletak di desa Mecajah di Kecamatan Tanjung Bumi, berjarak sekitar 41 km ke arah utara Kota Bangkalan. Jika memulai perjalanan dari Kota Bangkalan, butuh waktu sekitar sejam dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai di pantai ini. Sebaiknya gunakan kendaraan kendaraan pribadi karena belum ada angkutan umum yang mencapai daerah Pantai Siring Kemuning.

Di hari libur terutama di tahun baru, Pantai Siring Kemuning cukup ramai dikunjungi masyarakat dari luar Bangkalan. Kalau dilihat dari nomor polisi kendaraan roda dua atau roda empat yang parkir, sepertinya pengunjung kebanyakan berasal dari Surabaya. Kemungkinan besar mereka adalah para pengunjung Kota Bangkalan yang hendak menikmati kelezatan Bebek Sinjay Sambal Pecit yang sudah terkenal itu. Bisa juga mereka merupakan penggila Batik yang hendak berburu Batik Tanjung Bumi yang berlokasi tidak jauh dari Pantai Siring Kemuning.

Memasuki Pantai Siring Kemuning tidak dikenai biaya karcis tapi pengunjung harus membayar uang parkir dengan tarif Rp. 7000 untuk mobil , tapi terkadang juga dikenai karcis juga Rp.5000. entah kenapa. Suasana di Pantai Siring Kemuning terlihat masih sangat alami, hampir tidak ada sentuhan polesan tangan manusia yang terasa. Sepertinya pesona tersembunyi Pantai Siring Kemuning masih luput dari perhatian pemerintah setempat. Hampir tidak ada fasilitas umum yang tersedia di pantai ini, bahkan kamar mandi dan toilet pun harus menumpang di rumah penduduk sekitar pantai. Di dekat gerbang masuk sebenarnya ada bangunan yang kemungkinan dibangun dengan peruntukan kamar mandi dan toilet, sayang sekali bangunan itu belum selesai sehingga tidak dapat digunakan.

Suasana di tepi Pantai Siring Kemuning cukup asri dan sejuk, di lokasi dekat pintu masuk terdapat pohon-pohon yang cukup rindang, cocok sekali digunakan untuk lesehan sekedar melepas penat selama perjalanan menuju pantai. Tapi jangan lupa dengan syaratnya, tikar atau alas untuk lesehan harus dibawa sendiri karena belum ada yang menyewakannya. Di tahun baru kemarin, pasir putih Siring Kemuning dihiasi oleh ombak sedang dan air yang cukup keruh. Kemungkinan karena malam sebelumnya hingga pagi, Bangkalan dan sekitarnya diguyur hujan cukup deras. Selain pasir putih, pantai Siring Kemuning di beberapa tempat juga dihiasi batu karang. Kalau membawa anak kecil, sebaiknya berhati-hati untuk melepaskan mereka di zona berbatu karang.

Bagi pengunjung yang hendak bermain air dan ombak di pantai pasir putih Siring Kemuning juga diharapkan untuk berhati-hati karena menurut penduduk setempat ombak di pantai ini bertipe menyeret bukan mendorong. Ombaknya memang tidak terlalu besar tapi tidak ada salahnya juga untuk selalu berhati-hati terutama anak-anak dan pengunjung yang tidak mahir berenang.

Ketiadaan rumah makan bisa jadi salah satu kekurangan lain pantai ini. Setelah lelah bermain dengan air dan ombak di atas pasir tentu saja pengunjung ingin mengisi perut yang kelaparan. Sayang sekali tidak banyak pilihan di Pantai Siring Kemuning, hanya ada dua warung penjaja rujak lontong khas Bangkalan. Jadi ada baiknya juga menyiapkan bekal jika hendak menghabiskan waktu hingga makan siang di pantai ini. Apalagi jarak yang harus ditempuh untuk sampai di Kota Bangkalan lumayan jauh.


Di balik kelebihan dan kekurangannya, Pantai Siring Kemuning adalah obyek wisata di Kota Bangkalan yang patut dikunjungi. Semoga saja pemerintah setempat dapat memberikan sedikit perhatian untuk aset-aset wisata seperti ini supaya pesona-pesona tersembunyi keindahan negeri ini dapat dinikmati khalayak ramai.

Mercusuar Bangkalan

Mercusuar Sembhilangan atau Alat bantu navigasi dalam pelayaran sangat penting dan banyak membantu para pelaut Pada masa penjajahan hingga sekarang. Tapi selain itu Mercusuar ini juga mempunyai nilai sejarah dan daya tarik wisata sejarah Di Bangkalan. Mercusuar yang di bangun oleh Kerajaan belanda ini memiliki ketinggian lampu atau focal plane setinggi 53 meter, dengan 1 buah lampu yang berpedar setiap 10 detik dengan jangkauan cahaya sejauh 50 meter.

Menara berbentuk poligonal dengan 12 sisi yang terbuat dari plat besi baja dengan ketebalan dan kandungan timah yang sungguh menakjubkan. Menara ini memiliki 16 ruang lantai dan 1 lantai khusus ruang lentera. Setiap lantai terhubung dengan tangga melingkar dan masing – masing lantai terdapat dua jendela. Menara memiliki kolom penyangga yang juga terbuat dari besi baja dan tembus terhubung sampai lantai 16 dimana terdapat panel pengoperasian lampu. Dan semuanya terbangun dari material baja yang sangat kokoh.

Dahulu kolom penyangga ini digunakan sebagai tempat mengerek karbit atau minyak tanah ketika masih belum ditemukannya lampu pijar. Itu terjadi dimasa lalu sebelum listrik ada. Sekarang sudah tidak lagi digunakan karena telah memakai kabel listrik sehingga penjaga mercusuar cukup menyalakan lampu dari lantai bawah saja. Tinggal klik, lampu sudah hidup. Setiap bagian pelat baja terdapat penomeran secara horizontal dengan 4 rangkaian pelat setiap lantainya. Untuk naik keatas menuju tempat lampu, kita harus menaiki anak tangga, karena tidak adanya alat seperti Lisf atau Eskalator disana.

Saat ini kondisi mercusuar masih berfungsi dan dikelola dengan baik oleh Adpel Tanjung Perak meskipun penuh coretan vandalis dan jendela – jendela yang kurang terawat. Yah... ini adalah ulah dari tangan-tangan jahil pengunjung yang tak bertanggung jawab. Tangga menuju lantai 14 telah hilang dan diganti dengan tangga panjat. Bagian panel kayu yang hanya melingkupi dinding lantai 16 mulai lapuk dimakan usia. Namun secara keseluruhan besi baja sungguh menakjubkan masih kokoh berdiri tanpa dimakan usianya yang sudah 130 tahun lebih.

Di sekeliling menara terdapat bangunan rumah - rumah kecil yang difungsikan sebagai tempat tinggal penjaga dan gudang. Saat ini, mercusuar dijaga oleh 3 orang penjaga berstatus PNS Adpel. Lingkungan mercusuarnya dikelilingi oleh hutan bakau yang indah dan terdapat beberapa perumahan penduduk desa. Jika anda tertarik untuk memasuki kawasan ini, anda cukup membayar Rp.2000 di pintu masuk. Yah sebagai uang jasa dan membantu perekonomian dan perawatan lingkungan sekitar. Dan jika anda ingin melihat pemandangan dari puncak menara ada bisa naik dengan membayar  Rp.2000.


Tapi sayang, tangan-tangan jahil merusak keindahan tempat ini, corat-coret sana sini, sampah yang berserakan merupakan hal yang patut kita sayangkan. Apalagi tempat ini merupakan salah satu tempat bersejarah di kota Bangkalan. jadi "Mari Kita Jaga Dan Jangan Kita Salah Gunakan ".

Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan

TRK atau taman rekreasi kota ini berada di belakang Stadion Gelora Bangkalan. Dan di tempat ini biasa digunakan untuk rekreasi, santai-santai menikmati pemandangan yang begitu indah dan kita juga bisa bermain di taman ini. Terutama untuk anak-anak di taman rekreasi kota ini tersedia tempat dan alat yang di gunakan untuk anak-anak bermain. Biasanya paling banyak dari anak-anak TK dari sekitar. Tiket untuk masuk ke taman ini tidak menguras kantong kok. Tidak mahal dan sangat murah. Cukup membayar Rp.1500 untuk pejalan kaki.


Di dalam Taman Rekreasi Kota ini pastilah anak-anak meras senang jika bermain di taman ini. Di taman ini juga tersedia arena untuk memancing ikan. Namun tarif jika ingin memancing lain lagi. Kita harus membayar tambahan agar bisa memancing disana. Kita bisa bersantai di taman ini dengan memancing. Dan pastilah hati merasa senang jika mendapatkan ikan. Selain hati menjadi senang, kita juga bisa membawa pulang, memasak di rumah hasil ikan tangkapan kita sendiri. Pasti puas deh.

Di taman ini, kita juga bisa merasakan jalan-jalan di tengah danau dengan menaiki perahu. Yups, Perahu. Perahu ini berbeda dari perahu dayung, Perahu di taman ini bukan di sebut perahu seperti yang biasa nelayan gunakan. Namun, di sini di sebut dengan bebek-bebekan. Karena perahu di taman ini berbentuk seperti bebek atau angsa. Perahu ini dapat ditumpangi 2 orang. Untuk menjalankan perahu ini ke tengah, maka perahu ini harus di gowes seperti kalau kita mengayuh sepeda. Tarif jika ingin naik perahu ini adalah Rp.2500/orang.



Tidak hanya area bermain anak-anak, perahu dan memancing saja. Di taman rekreasi kota, baru-baru ini sudah ada tempat berenang atau kolam berenang. Sebuah peningkatan memang. Jadi orang Bangkalan tidak usah jauh-jauh pergi ke kamal atau ke burneh , banyu biru jika ingin berenang. Tempatnya pun lumayan bagus dan terlebih tarifnya sama dengan tempat-tempat berenang lainnya. Yaitu Rp.5000/orang. Dan kita bisa berenang di kolam itu sepuasnya.

Karena tempat taman ini yang strategis, tiket masuk yang murah, tentu saja banyak orang yang mengunjungi tempat ini walaupun hanya untuk bermain, berenang ataupun hanya bersantai dan menenangkan fikiran saja. Namun, dibalik kelebihan dari semua itu, ada kekurangannya. Jika malam hari tentu saja tempat ini sangatlah rawan. Karena tempatnya yang gelap dan sepi karena terhalang oleh stadion. Oleh karena itu jangan coba-coba ke tempat ini jikalau malam hari. 

Alun-alun Kota Bangkalan



Alun-alun Bangkalan...?? Yups, Alun-alun. Pastinya bagi orang bangkalan sendiri tahu kan maskot tempat pertama di Bangkalan ini. Iya betul itu jadi salah satu tempat rekreasi loh!!. Alun-alun ini bertepat didepannya Masjid Agung Bangkalan. Tahu kan? Jangan bilang gak tahu sama Masjid Agung Bangkalan!! Berarti bukan orang bangkalan namanya. Nah, pokoknya buat siapapun yang pernah kebangkalan atau bahkan tinggal dibangkalan pastinya tahu sama tempat rekreasi yang berada ditengah-tengah kota Bangkalan ini.

Dibuatnya Alun-alun Bangkalan ini tidak hanya sembarang main dibuat tapi adanya Alun-alun ini menjadi paru-paru kotanya Bangkalan. Karena beragam pepohonan dan tumbuhan hijau lainnya ditanam diareal ini. Tempat ini pun setiap hari Minggu atau libur ramai dikunjungi pengunjung yang berolahraga dipagi hari, dari mulai anak-anak, para remaja, orang dewasa, sampai orang tua pun ada (kadang). Karena menurut saya areal ini memang tepat untuk lari pagi dikarenakan udaranya segar dan sejuk. 

Disana juga terdapat tempat olah raga, seperti Lapangan sepak bola dan lapangan bola tenis. Tapi sekarang sudah mulai jarang, dan hampir tidak pernah sepertinya ada yang bermain tenis di sana. 
Untuk para anak-anak juga bisa bermain-main disana, karena sudah disediakan tempat bermain khusus. dan semua itu gratis, tidak di pungut biaya tiket sepeserpun. Banyak para Ibu-ibu yang membawa anak-anaknya kesana. Jika para pengunjung lapar, disana sudah terdapat banyak penjual makanan, penjual minuman, snack, dan banyak lainnya. Jadi tidak usah khawatir asalkan kita membawa uang pasti bisa makan. hehe :D

Selain sebagai tempat rekreasi dan olahraga, areal ini ternyata termasuk sebagai cagar alam. Kenapa..? Karena diareal ini ditanami dan didominasi dengan tanaman lindung yaitu sejenis “Tanaman Gombor”. Ini menjadi salah satu ciri khas dari alun-alun bangkalan tersebut. Dan alun-alun ini sering digunakan sebagai tempat kegiatan upacara-upacara resmi maupun event-event penting daerah, terkadang digunakan untuk Pekan Raya Bangkalan yang diadakan setiap tahun sekali.
Tak heran pula, alun-alun bangkalan dikunjungi dari berapa kalangan baik itu orang tua, remaja maupun anak-anak. Karena areal ini memiliki pemandangan yang cukup indah. Banyak para pengunjung yang mengabadikan dirinya sendiri diareal ini ataupun mengabadikan fatamorgana yang tertera diareal ini.

Dan untuk malam hari diareal ini, belakangan menjadi tempat berbelanja. Belanja baju, celana dan jenis pakaian-pakaian yang lain. Tapi tentu saja kalau melihat dari segi kualitas bahan, saya tidak merekomendasikan, karena dengan harga yang sangat murah (harga pasar) kita bisa mendapatkan pakaian di sana. Tapi untuk yang tidak memprioritaskan kualitas,tempat ini cocok karena harga disana murah. Dulu juga ada pusat kuliner disana yang disebut PUMARA atau Pusat Makanan Rakyat. Makanan yang disediakan tak jauh khas dari masakan-masakan Madura ataupun khas sendiri dari Kota Bangkalan. Harga-harga makanannya pun cukup terjangkau dengan peluang didompet. Akan tetapi, tempat itu sudah di pindah ke Stadion Gelora Bangkalan. Jadi untuk yang penasaran dengan kulinernya, silahkan mengunjunginya di Stadion.

Ayo...kunjungi dan bantu lestarikan tempat wisata Alun-alun Bangkalan ini


Contact

Send Us A Email

Address

ContactInfo

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Cupiditate veritatis modi, sunt atque, reprehenderit aut!Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Cupiditate veritatis modi, sunt atque, reprehenderit aut!

Address:

25, Lomonosova St. Moscow, Russia, 665087

Phone:

+01 7070771723, +01 8956412305

Email:

support@myname.com