Showing posts with label Madura Region (Story). Show all posts
Showing posts with label Madura Region (Story). Show all posts
Martajasah biasa disebut dengan tejesah (kalau di Bangkalan), Masjid yang sudah ada sejak dulu ini sudah terkenal ke seluruh luar jawa, bahkan tak jarang dari peziarah-peziarah yang datang bila di tanyakan , mereka berasal dari luar jawa, yang datang ke Bangkalan untuk berziarah ke makam buju’. Martajasah adalah pesarean Syeikh Khona Moh. Kholil Bik Abdul Latif yang terletak di wilayah Bangkalan, Madura (Madura Barat) Pesarean ini bukan hanya peziarah saja, melainkan para wisata juga memanfaatkan waktu luangnya untuk rekreasi sejenak di sana.
Masjid yg terletak di Kelurahan Mlajah Bangkalan Madura ini, mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat bangkalan maupun di luar jawa. Merupakan tempat yang selalu di padati oleh para peziarah ke makam Syaikhona Cholil dari berbagai kota. Kemegahan dan kemewehan masjid ini membuat para pengunjung silih berdatangan, apalagi pada tiap malam jum’at yang tak pernah sepi pengunjung (peziarah) untuk berdo’a mengharap barokah beliau.
Gedung yang sangat besar seperti masjid yang megah adalah ciri khas Martajasah. Agar pengunjung (peziarah) betah di sana. Bangunan Masjid Martajasah sudah lebih bagus dan megah daripada sebelumya. Dulunya tidak seperti yang sekarang ini, tempatnya sempit dan sebagainya. Tetapi menjelang perkembangan jaman akhirnya dibuatlah bangunan sebesar sana. Meski demikian tempat itu tidak dijadikan tempat shalat jum'at karena telah tersedianya masjid di dekat sana. Jadi untuk para jama’ah yang ingin sholat jum’at silahkan mengunjungi masjid-masjid di sekitar Martajasah tersebut.
Di hari kamis biasanya mulai dari sore hari, jalanan sudah mulai di padati oleh beberapa orang yang ingin melaksanakan sholat magrib berjema’ah disana, bahkan ada juga dari mereka yang ingin bermalam di tempat tersebut.
Martajasah, juga di padati oleh para pedagang, penjual aksesoris, pakaian oleh-oleh dan sebagainya. Sehingga para peziarah bisa membawa oleh-oleh khas madura. Beraneka macam, tak hanya aksesoris dan pakaian, disana juga terdapat kuliner seperti sate yg dikenal sate khas madura. Jadi selain kita mendapatkan barokahnya Syaikhona Cholil, kita bisa membawa pulang tanpa tangan kosong, untuk keluarga di rumah. Bagi yang rumahnya deket cukup makan di rumah aja ya (Penghematan). Apalagi kalau yang namanya hari puasa, makanan mulai dari jam 4 sudah tersedia macam aneka makanan, mulai dari berkuah, yang tidak, dan juga gorengan.
Setaip hari-hari besar Islam pula di sana tidak tanggung-tanggung untuk merayakannya. Do'a bersama dengan Habib Syeikh Assegaf juga pernah didatangkan ke sana, sebagai tanda bahwa tidak maen-maen untuk merayakan hari-hari besar tersebut. Selain itu juga terdapat cerama agama yang telah biasa dilakukan setelah shalawat bersama, sehingga tidak menjenuhkan pendatang di sana.
Sejarah Syaikhona Cholil bagi masyakat Bangkalan, pastinya sudah banyak yang megenal sosok beliau. Sejaranya telah di bukukan oleh para santri Syaikhona Cholil yang terletak di Ponpes Syaikhona Cholil Bangkalan. Mungkin dari anda yang belum mengetahui, silahkan anda mengunjungi pesarean Syaikhona Cholil di Bangkalan.
Pasarean Aermata atau Makam Ratu Ibu (Rato Ebhu), demikian
penduduk Madura menyebut situs bersejarah yang berada di Desa Buduran,
Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan ini.
Sejak ratusan tahun silam, Aermata tak hanya populer karena
keunikan seni arsitekturnya, tetapi juga karena kadar kekeramatannya. Itu sebabnya,
Pasarean Aermata tak pernah sepi dari kunjungan para peziarah. Terlebih di
saat-saat tertentu, seperti pada malam Jum’at Legi, Jum’at Wage, Bulan Suro,
saat malam ganjil di bulan Ramadhan atau Syawal, jumlah pengunjung di kompleks
makam itu meledak bukan kepalang. Bila dihitung secara kasar jumlahnya bisa
mencapai ribuan orang peziarah.
Peziarah yang mengunjungi Pesarean Aer Mata ini tak hanya
dari Madura saja, juga ada yang datang dari luar kota bahkan sampai luar
negeri. Ketika ditanya, para pengunjung banyak menjawab bahwasanya mereka dari
luat kota. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Sulawesi Selatan,
Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Nanggroe Aceh
Darussalam dan lain sebagainya. Untuk luar negeri, yang paling banyak berasal
dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan bahkan Bangladesh.
Kompleks kuburan kuno itu terhampar kokoh di puncak bukit
kecil berketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena itu
pula saat kita berkunjung ke sana, mencapai makam itu terlebih dulu harus
menaiki puluhan anak tangga agar sampai di Pasarean Aermata.
Sampai di atas kompleks makam, kita akan menjumpai pagar
batu andelis warna putih yang mengitari makam, batu-batu itu disusun rapi,
tanpa menggunakan perekat semen bak bangunan candi-candi tua di Pulau Jawa. Ada
enam cungkup ukuran besar, sedang, dan kecil berdiri tegar di bagian tengahnya.
Desain arsitekturnya yang unik tak hanya menawarkan keelokan situs karya seni
yang antik, namun juga menyiratkan nuansa sakral dan juga magis.
Aroma keunikan dan daya tarik dari Pasarean itu berada pada
tokoh yang dimakamkan di sana. Selain terdapat makam para Raja Madura. Daya tarik lainnya
ada pada motif dan ukiran unik yang ada di perabotan makam. Yaitu susunan batu
andelis pada pintu gerbang kedua, cungkup peringgitan tempat menerima tamu
peziarah, cungkup tempat penyimpanan senjata dan sisa perabotan peninggalan
kerajaan, cungkup para juru kunci, serta tiga cungkup utama tempat
bersemayamnya jasad para raja. Demikian pula aksesori hiasan memolo dan
kemuncak yang bertebaran di puncak atap masing-masing cungkup.
Rumit memang, pemahaman kita terhadap konfigurasi seni ukir
yang ada di kompleks makam. Apalagi di balik konfigurasi seni ukir itu
tersimpan simbol misteri yang melambangkan kerukunan antar umat dari tiga agama
yang berkembang pada saat itu, yakni Islam, Buddha, dan Hindu. Jika peziarah
teliti, simbol kerukunan itu, meski samar, nampak terlihat transparan, sebab di
antara hamparan ragam bentuk seni ukir itu, tersisip ukiran bunga teratai yang
menyimbolkan ajaran Budha, miniatur Ganesha sebagai simbol Hindu, serta ukiran
kaligrafi sebagai simbol Islam. Ketiganya saling bertaut menggambarkan sebuah
cerita kerukunan antar umat di Madura pada dulu kala.
Sayangnya, ajaran kebaikan tentang keagamaan dan falsafah
yang ada di balik keunikan dan kemisterian Pesarean Aermata tak banyak orang
tahu. Hal ini dapat dilihat dari datangnya para peziarah yang kebanyakan dari
daerah luar Madura dan Pulau Jawa. Inilah tantangan yang harus segera dijawab
oleh pemerintahan setempat bekerjasama dengan masyarakat dan para ahli sejarah,
untuk terus berupaya maksimal menggali dan menyebarluaskan informasi sejarah
yang ada di negeri ini. Seperti sejarah Aermata sendiri.
Pesarean Aer Mata (Makam Rato Ebhu) Bangkalan
Natiq H. Alim
22:00
Masjid ini dibangun oleh Sultan R. Abd. Kadirun. Konon dalam
ungkapan cerita para sesepuh yang sudah merakyat bahwa Sultan R. Abd. Kadirun
selain terkenal sebagai Sultan yang digdaya, juga dikenal sebagai Sultan yang
soleh dan alim dalam ilmu agama. Dalam kurun pemerintahan Sultan R. Abd.
Kadirun, tepatnya pada hari Jum’at Kliwon tanggal 14 Jumadil Akhir 1234 H atau
10 April 1819 M sesudah Sholat Jum’at, tiang agung dipancangkan (pemugaran yan
pertama) dengan ukuran 30 m x 30 m, dan waktu itu diresmikan sebagai
wakaf/dijadikan Masjid Umum (Jami).
Para sesepuh Bangkalan menyatakan bahwa Masjid Jami’ Kota
Bangkalan dibina oleh Panembahan Sidomukti dan diwakafkan oleh Sultan R. Abd.
Kadirun yang wafat pada tanggal 11 safar 1236 H (tahun 1847) dimakamkan di
kompleks tanah Masjid/dibelakang Masjid yang disebut Cungkup. Sedang tulisan
(kaligrafi) yang tertera disekeliling Masjid ditulis oleh R. Moh. Zaid yang
kemudian diberi gelar Raden Mas Kayadji. Ya sampai sekarang pun masjid ini
telah direnovasi sehingga menjadi sebuah masjid yang bagus.
Masjid Agung Bangkalan ini sekarang sering di kunjungi oleh
banyak orang. Tentunya untuk beribadah dan berziarah ke makam. Sekarang ini
banyak sekali orang-orang yang mendatangi Masjid Agung kota Bangkalan ini.
Apalagi ketika bulan Ramadhan tiba, Masyarakat Bangkalan melaksanakan ibadahnya
di Masjid Agung Bangkalan ini, ketika sholat tarawih, masjid ini sangat ramai
dikunjungi para jama’ah Sholat. Selain sholat taraweh yang ramai, ketika sholat
subuh, dzuhur, ashar pun juga ramai.
Masjid Agung Bangkalan ini juga sering di kunjugi oleh warga
kampung sekitar tak hanya sekitar, banyak dari daeah lain yang mengunjungi
Masjid ini. Mereka sering sholat di Masjid Agung Bangkalan ini, Selain dekat
dengan kampung para warga pun senang mengunjungi masjid Agung Bangklan ini.
Mereka sering pula mengajak sanak saudaranya untuk sholat di Masjid Agung
Bangkalan ini. Masjid ini sering digunakan ketika ada acara peringatan hari
lahir NU di kota Bangkalan, bahkan saking dari ramainya acara ini, Masjid Agung
Bangkalan menjadi ramai sekali dipenuhi oleh masyarakat.
Masjid Agung Bangkalan
Natiq H. Alim
23:58
Obyek ini memiliki daya tarik baru dengan mengandalkan
keajaiban alam berupa Api Abadi atau Api Alam, dimana api ini berasal dari
dalam tanah apabila di gali akan muncul api dengan sendirinya. Atraksi wisata
yang bisa kita lakukan, yaitu bisa membakar sendiri jagung, ikan dll yang kita
bawa atau bisa kita beli disekitar obyek. Selain api alam terdapat juga sumber
air belerang yang konon katanya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit kulit,
bahkan peneliti mengatakan air belerang ini bisa dijadikan bahan untuk
kosmetik.
Menurut cerita rakyat disana, kenapa daerah tersebut dapat
memancarkan nyala api yang tak pernah mati adalah berawal dari seorang pemuda
bernama Hadagi yang belajar Islam. dan kemudian ia menyebarkan ajaran islam didesa
larangan tokol tersebut. Karena kepandaiannya, ia memperoleh julukan “Ki Moko”
dari warga sekitar. Suatu ketika Ki Moko ingin mempersunting seorang putri
Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai timur. Ikan
itu sejenis lele yang kata orang Madura disebut dengan juko’ ketteng (Bahasa
madura). Kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada putri palembang
sebagai mas kawinnya. Peristiwa ajaib pun terjadi, mata ikan itu berubah
menjadi mutiara.
Pesta pernikahan pun dilangsungkan tepat di bawah pohon
Palembang, karena keadaan yang gelap, maka Ki Moko menancapkan tongkatnya ke
tanah. Peristiwa ajaib kembali terjadi. Seketika muncullah api dari bekas
tancapan tongkat tadi. Dan titik api itulah hingga kini masih terus menyala dan
dinamakan dengan api tak kunjung padam.
Ternyata tanah dikawasan itu mengandung belerang yang
kemudian bergesekan dengan O2, maka terjadilah fenomena api menyala itu.
Sebenarnya ada dua tempat dimana api abadi itu menyala dan masih dalam satu
kawasan. yang pertama berada ditempat yang biasa dikunjungi para wisatawan,
baik lokal maupun asing dan disebut dengan Apoy Lake (Api laki-laki). Satunya
berada tepat didekat pintu masuk (di tengah sawah) yang biasa disebut dengan
Apoy Bine’ (Api wanita). Selain itu kawasan itu juga terdapat sumber air yang
mengandung belerang, konon katanya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit
kulit. Tapi sekarang sumber air itu sudah tidak ada lagi karena pipanya macet.
Obyek wisata Api Tak Kunjung Padam ini dijadikan sebagai
lokasi perkemahan bagi pelajar maupun mahasiswa. Sebagai langkah untuk
pengembangan Obyek Wisata Api Tak kunjung Padam, kawasan ini sangat cocok untuk
areal perkemahan yang dilengkapi sarana permainan Outbound yang cukup diminati
saat ini. Setiap malam bulan Purnama lokasi wisata ini selalu ramai dikunjungi
karena terdapat pertunjukan Pencak Silat.
Api Tak Kunjung Padam Pamekasan
Natiq H. Alim
23:54

Stadion Gelora Bangkalan salah satu tempat yang terkenal di
Bangkalan. Stadion Gelora Bangkalan merupakan tempat atau lapangan yang di
gunakan untuk cabang olahraga. Terutama olahraga sepak bola. Dan letak stadion
ini adalah pas di samping sekolah tercinta saya, MAN Bangkalan. Stadion
tersebut sudah di renovasi dan diperbaharui. Dulu, Stadion Gelora Bangkalan tidak
seperti sekarang yang mewah dan bagus. Dulu itu stadion adalah bangunan yang
biasa saja. Tidak semenarik dan sebagus yang sekarang.
Karena sekarang stadion sudah di renovasi, maka banyak anak
sekolahan stadion ini untuk tempat nongkrong dan berkumpul dengan teman-teman
yang lain. Sebenarnya bukan anak sekolahan saja, dari mulai anak-anak hingga
orang dewasa banyak disana. Halaman
depan stadion ini biasa di gunakan untuk tempat olah raga bagi anak sekolahan
maupun bukan anak sekolahan. biasanya oleh orang-orang sekitar digunakan sebagai
tempat untuk lari pagi. Bagi para anak sekolahan digunakan sebagai tempat
olahraga pada waktu jam pelajaran olahraga.
Pada malam hari juga banyak orang yang kesana, sekedar
nongkrong, bermain-main, naik odong-odong dan sebagainya. Namun sayangnya ada
juga yang menggunakan stadion ini untuk hal negatif. Karena di samping stadion
ini tempatnya petang. Di lihat dari jalan raya saja sudah terlihat kalau orang
yang pergi ke samping atau belakang stadion adalah orang yang berlainan jenis.
Jadi mungkin saja mereka berbuat hal-hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu
sebaiknya ada keamanan dari pihak yang berwajib untuk menjaga tempat ini.
Di depan stadion biasanya seperti yang saya katakan
sebelumnya, di gunakan anak-anak muda untuk nongkrong pada malam hari. Kadang-kadang
ada sponsor yang mengadakan panggung nyanyi, sejenis konser kecil untuk hiburan
disana. Biasanya di malam Minggu, Karena tempat itu paling ramai dimalam Minggu.
Sebenarnya tempat itu baik, tapi banyak orang-orang yang tidak tahu aturan
menggunakan tempat menyalahi aturan. Alangkah baiknya jika kita ingin ke sana
untuk nongkrong atau gath dengan teman-teman kita, hendaknya kita bisa menjaga
diri kita agar tidak menjerumuskan ke hal negatif.
Disebuah selatan stadion, juga terdapat pusat kuliner yang
disebut dengan “PUMARA” Pusat Makanan Rakyat”. Tempat yang menyajikan banyak
makanan yang khususnya berasal dari Madura, seperti Sate khas Madura, Soto
Madura, dan masih banyak lagi makanan disana. Sebenarnya Pumara ini bukanlah
tempat yang baru, sebelumnya tempat itu di bangun di Alun-alun bangkalan. Namun
dipindah ke Stadion. Saya sendiri belum tahu kenapa, yang penting tempat itu
tidak ditiadakan.
Stadion Gelora Bangkalan
Natiq H. Alim
22:43
Gedung Olah Raga Sultan Abdul Kadirun atau Biasa disebut GOR
SAKA adalah bangunan yang serba guna. Bangunan ini bisa di gunakan sesuai
dengan kebutuhan orang-orang. Ada banyak fungsi dan kegunaan dari GOR SAKA ini.
Biasanya gedung ini digunakan untuk acara pernikahan. Karena tempatnya yang
lumayan luas untuk acara pernikahan. Dan dapat menampung banyak tamu undangan.
Dan mungkin karena keadaan gedung ini yang lumayan bagus makanya orang-orang
memilih menikah di gedung ini.
Tidak hanya untuk pesta pernikahan saja, namun gedung ini selalu digunakan apabila ada lomba-lomba. Seperti lomba Kacong-Jebbheng Bangkalan, Lomba Mapel, Try Out, Olimpiade dan lain-lain. Tempat pelaksanaan lomba Kacong-Jebbheng diadakan di GOR SAKA karena seperti halnya pada pernikahan tadi, GOR SAKA dapat menampung banyak penonton karena sudah tersedia tempat duduk khusus untuk para penonton di sisi-sisi pinggir. Kapasitasnya sangatlah besar, kira-kira bisa ditempati oleh ribuan orang di sana.
Diadakannya lomba Drum Band se-Kabupaten Bangkalan pun di
GOR SAKA Bangkalan karena hanya GOR SAKA inilah yang layak untuk menjadi tempat
perlombaan. Dan karena gedungnya luas jadi untuk peserta Drum Band dapat menunjukkan
penampilannya dengan maksimal. Karena tersedianya lapangan yang luas. Dan dari
MAN Bangkalan juga ikut lomba disana. Selain Drum Band juga digunakan sebagai
tempat lomba bela diri, khususnya bela diri asal Indonesia, yaitu Pencak Silat.
Seni Bela diri yang sangat dibanggakan oleh Bangsa Indonesia.
GOR SAKA tidak hanya untuk acara pernikahan dan lomba-lomba
saja namun, gedung ini juga bisa di gunakan untuk cabang olahraga. Yah namanya
juga GOR (Gedung Olah Raga), pastinya yujuan utamanya untuk tempat Olah Raga.
Karena lantai Gor Saka yang terbuat dari kayu jadi cocok jika di buat tempat
olahraga. Lantai yang terbuat dari kayu membuat kaki tidak licin dan
memperkecil kemungkinan untuk jatuh atau terpeleset. Sebab itulah gedung ini
juga di gunakan untuk cabang olahraga. Seperti basket, bulu tangkis, dan banyak
yang lainnya.
Salah satu cabang olahraga yang sering menggunakan GOR SAKA
Bangkalan untuk sekedar latihan atau pertandingan antar teman adalah futsal.
Mungkin karena GOR ini adalah bangunan tertutup dan bagus. Jadi tidak usah panas-panasan
jika ingin bermain futsal. Dan juga tempatnya yang nyaman untuk bermain futsal.
Mungkin karena itu banyak anak-anak yang menggunakan GOR SAKA Bangkalan untuk
bermain futsal. Selain hanya untuk bermain, juga digunakan sebagai Tempat
Kompetisi Futsal di sana.
Gedung Olah Raga (GOR) Sultan Abdul Kadirun Bangkalan
Natiq H. Alim
23:27
Sebagai negara maritim kepulauan dengan garis pantai
membentang sepanjang 95.181 km, sangat wajar kalau Indonesia memiliki banyak
sekali pantai yang indah. Beberapa di antaranya sudah sangat terkenal hingga ke
dunia internasional, sebut saja Pantai Kuta dan Pantai Sanur di Bali. Namun
tidak sedikit pula yang masih tersembunyi sehingga keindahannya tidak banyak
disaksikan mata manusia. Salah satunya Pantai Siring Kemuning di Bangkalan,
Madura.
Di hari libur terutama di tahun baru, Pantai Siring Kemuning
cukup ramai dikunjungi masyarakat dari luar Bangkalan. Kalau dilihat dari nomor
polisi kendaraan roda dua atau roda empat yang parkir, sepertinya pengunjung kebanyakan
berasal dari Surabaya. Kemungkinan besar mereka adalah para pengunjung Kota
Bangkalan yang hendak menikmati kelezatan Bebek Sinjay Sambal Pecit yang sudah
terkenal itu. Bisa juga mereka merupakan penggila Batik yang hendak berburu
Batik Tanjung Bumi yang berlokasi tidak jauh dari Pantai Siring Kemuning.
Memasuki Pantai Siring Kemuning tidak dikenai biaya karcis
tapi pengunjung harus membayar uang parkir dengan tarif Rp. 7000 untuk mobil , tapi terkadang juga dikenai karcis juga Rp.5000. entah kenapa. Suasana di Pantai Siring
Kemuning terlihat masih sangat alami, hampir tidak ada sentuhan polesan tangan
manusia yang terasa. Sepertinya pesona tersembunyi Pantai Siring Kemuning masih
luput dari perhatian pemerintah setempat. Hampir tidak ada fasilitas umum yang
tersedia di pantai ini, bahkan kamar mandi dan toilet pun harus menumpang di
rumah penduduk sekitar pantai. Di dekat gerbang masuk sebenarnya ada bangunan
yang kemungkinan dibangun dengan peruntukan kamar mandi dan toilet, sayang
sekali bangunan itu belum selesai sehingga tidak dapat digunakan.
Suasana di tepi Pantai Siring Kemuning cukup asri dan sejuk,
di lokasi dekat pintu masuk terdapat pohon-pohon yang cukup rindang, cocok
sekali digunakan untuk lesehan sekedar melepas penat selama perjalanan menuju
pantai. Tapi jangan lupa dengan syaratnya, tikar atau alas untuk lesehan harus
dibawa sendiri karena belum ada yang menyewakannya. Di tahun baru kemarin,
pasir putih Siring Kemuning dihiasi oleh ombak sedang dan air yang cukup keruh.
Kemungkinan karena malam sebelumnya hingga pagi, Bangkalan dan sekitarnya diguyur
hujan cukup deras. Selain pasir putih, pantai Siring Kemuning di beberapa
tempat juga dihiasi batu karang. Kalau membawa anak kecil, sebaiknya
berhati-hati untuk melepaskan mereka di zona berbatu karang.
Bagi pengunjung yang hendak bermain air dan ombak di pantai
pasir putih Siring Kemuning juga diharapkan untuk berhati-hati karena menurut
penduduk setempat ombak di pantai ini bertipe menyeret bukan mendorong.
Ombaknya memang tidak terlalu besar tapi tidak ada salahnya juga untuk selalu
berhati-hati terutama anak-anak dan pengunjung yang tidak mahir berenang.
Ketiadaan rumah makan bisa jadi salah satu kekurangan lain
pantai ini. Setelah lelah bermain dengan air dan ombak di atas pasir tentu saja
pengunjung ingin mengisi perut yang kelaparan. Sayang sekali tidak banyak
pilihan di Pantai Siring Kemuning, hanya ada dua warung penjaja rujak lontong
khas Bangkalan. Jadi ada baiknya juga menyiapkan bekal jika hendak menghabiskan
waktu hingga makan siang di pantai ini. Apalagi jarak yang harus ditempuh untuk
sampai di Kota Bangkalan lumayan jauh.
Di balik kelebihan dan kekurangannya, Pantai Siring Kemuning
adalah obyek wisata di Kota Bangkalan yang patut dikunjungi. Semoga saja
pemerintah setempat dapat memberikan sedikit perhatian untuk aset-aset wisata
seperti ini supaya pesona-pesona tersembunyi keindahan negeri ini dapat
dinikmati khalayak ramai.
Pantai Siring Kemuning Tanjung Bumi
Natiq H. Alim
22:41
Menara berbentuk poligonal dengan 12 sisi yang terbuat dari
plat besi baja dengan ketebalan dan kandungan timah yang sungguh menakjubkan.
Menara ini memiliki 16 ruang lantai dan 1 lantai khusus ruang lentera. Setiap
lantai terhubung dengan tangga melingkar dan masing – masing lantai terdapat
dua jendela. Menara memiliki kolom penyangga yang juga terbuat dari besi baja
dan tembus terhubung sampai lantai 16 dimana terdapat panel pengoperasian
lampu. Dan semuanya terbangun dari material baja yang sangat kokoh.
Dahulu kolom penyangga ini digunakan sebagai tempat mengerek
karbit atau minyak tanah ketika masih belum ditemukannya lampu pijar. Itu terjadi
dimasa lalu sebelum listrik ada. Sekarang sudah tidak lagi digunakan karena
telah memakai kabel listrik sehingga penjaga mercusuar cukup menyalakan lampu
dari lantai bawah saja. Tinggal klik, lampu sudah hidup. Setiap bagian pelat
baja terdapat penomeran secara horizontal dengan 4 rangkaian pelat setiap
lantainya. Untuk naik keatas menuju tempat lampu, kita harus menaiki anak
tangga, karena tidak adanya alat seperti Lisf atau Eskalator disana.
Saat ini kondisi mercusuar masih berfungsi dan dikelola
dengan baik oleh Adpel Tanjung Perak meskipun penuh coretan vandalis dan
jendela – jendela yang kurang terawat. Yah... ini adalah ulah dari
tangan-tangan jahil pengunjung yang tak bertanggung jawab. Tangga menuju lantai
14 telah hilang dan diganti dengan tangga panjat. Bagian panel kayu yang hanya
melingkupi dinding lantai 16 mulai lapuk dimakan usia. Namun secara keseluruhan
besi baja sungguh menakjubkan masih kokoh berdiri tanpa dimakan usianya yang
sudah 130 tahun lebih.
Di sekeliling menara terdapat bangunan rumah - rumah kecil
yang difungsikan sebagai tempat tinggal penjaga dan gudang. Saat ini, mercusuar
dijaga oleh 3 orang penjaga berstatus PNS Adpel. Lingkungan mercusuarnya
dikelilingi oleh hutan bakau yang indah dan terdapat beberapa perumahan
penduduk desa. Jika anda tertarik untuk memasuki kawasan ini, anda cukup
membayar Rp.2000 di pintu masuk. Yah sebagai uang jasa dan membantu
perekonomian dan perawatan lingkungan sekitar. Dan jika anda ingin melihat
pemandangan dari puncak menara ada bisa naik dengan membayar Rp.2000.
Tapi sayang, tangan-tangan jahil merusak keindahan tempat
ini, corat-coret sana sini, sampah yang berserakan merupakan hal yang patut
kita sayangkan. Apalagi tempat ini merupakan salah satu tempat bersejarah di
kota Bangkalan. jadi "Mari Kita Jaga Dan Jangan Kita Salah Gunakan ".
Mercusuar Bangkalan
Natiq H. Alim
22:35
TRK atau taman rekreasi kota ini berada di belakang Stadion
Gelora Bangkalan. Dan di tempat ini biasa digunakan untuk rekreasi,
santai-santai menikmati pemandangan yang begitu indah dan kita juga bisa
bermain di taman ini. Terutama untuk anak-anak di taman rekreasi kota ini
tersedia tempat dan alat yang di gunakan untuk anak-anak bermain. Biasanya paling
banyak dari anak-anak TK dari sekitar. Tiket untuk masuk ke taman ini tidak
menguras kantong kok. Tidak mahal dan sangat murah. Cukup membayar Rp.1500
untuk pejalan kaki.
Di dalam Taman Rekreasi Kota ini pastilah anak-anak meras
senang jika bermain di taman ini. Di taman ini juga tersedia arena untuk
memancing ikan. Namun tarif jika ingin memancing lain lagi. Kita harus membayar
tambahan agar bisa memancing disana. Kita bisa bersantai di taman ini dengan
memancing. Dan pastilah hati merasa senang jika mendapatkan ikan. Selain hati
menjadi senang, kita juga bisa membawa pulang, memasak di rumah hasil ikan
tangkapan kita sendiri. Pasti puas deh.
Di taman ini, kita juga bisa merasakan jalan-jalan di tengah
danau dengan menaiki perahu. Yups, Perahu. Perahu ini berbeda dari perahu
dayung, Perahu di taman ini bukan di sebut perahu seperti yang biasa nelayan
gunakan. Namun, di sini di sebut dengan bebek-bebekan. Karena perahu di taman
ini berbentuk seperti bebek atau angsa. Perahu ini dapat ditumpangi 2 orang. Untuk
menjalankan perahu ini ke tengah, maka perahu ini harus di gowes seperti kalau
kita mengayuh sepeda. Tarif jika ingin naik perahu ini adalah Rp.2500/orang.
Tidak hanya area bermain anak-anak, perahu dan memancing
saja. Di taman rekreasi kota, baru-baru ini sudah ada tempat berenang atau
kolam berenang. Sebuah peningkatan memang. Jadi orang Bangkalan tidak usah
jauh-jauh pergi ke kamal atau ke burneh , banyu biru jika ingin berenang.
Tempatnya pun lumayan bagus dan terlebih tarifnya sama dengan tempat-tempat
berenang lainnya. Yaitu Rp.5000/orang. Dan kita bisa berenang di kolam itu
sepuasnya.
Karena tempat taman ini yang strategis, tiket masuk yang
murah, tentu saja banyak orang yang mengunjungi tempat ini walaupun hanya untuk
bermain, berenang ataupun hanya bersantai dan menenangkan fikiran saja. Namun, dibalik kelebihan dari semua itu, ada kekurangannya. Jika malam hari tentu saja tempat ini sangatlah rawan. Karena tempatnya yang
gelap dan sepi karena terhalang oleh stadion. Oleh karena itu jangan coba-coba
ke tempat ini jikalau malam hari.
Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan
Natiq H. Alim
22:10
Natiq H. Alim
22:10

Alun-alun Bangkalan...?? Yups, Alun-alun. Pastinya bagi orang bangkalan sendiri tahu kan maskot tempat
pertama di Bangkalan ini. Iya betul itu jadi salah satu tempat rekreasi loh!!. Alun-alun ini bertepat didepannya Masjid Agung Bangkalan. Tahu kan? Jangan
bilang gak tahu sama Masjid Agung Bangkalan!! Berarti bukan orang bangkalan
namanya. Nah, pokoknya buat siapapun yang pernah kebangkalan atau bahkan
tinggal dibangkalan pastinya tahu sama tempat rekreasi yang berada
ditengah-tengah kota Bangkalan ini.
Dibuatnya Alun-alun Bangkalan ini tidak hanya sembarang main
dibuat tapi adanya Alun-alun ini menjadi paru-paru kotanya Bangkalan. Karena
beragam pepohonan dan tumbuhan hijau lainnya ditanam diareal ini. Tempat ini
pun setiap hari Minggu atau libur ramai dikunjungi pengunjung yang berolahraga
dipagi hari, dari mulai anak-anak, para remaja, orang dewasa, sampai orang tua pun ada (kadang). Karena menurut saya areal ini memang tepat untuk
lari pagi dikarenakan udaranya segar dan sejuk.
Disana juga terdapat tempat olah raga, seperti Lapangan sepak bola dan lapangan bola tenis. Tapi sekarang sudah mulai jarang, dan hampir tidak pernah sepertinya ada yang bermain tenis di sana.
Untuk para anak-anak juga bisa bermain-main disana, karena sudah disediakan tempat bermain khusus. dan semua itu gratis, tidak di pungut biaya tiket sepeserpun. Banyak para Ibu-ibu yang membawa anak-anaknya kesana. Jika para pengunjung lapar, disana sudah terdapat banyak penjual makanan, penjual minuman, snack, dan banyak lainnya. Jadi tidak usah khawatir asalkan kita membawa uang pasti bisa makan. hehe :D
Selain sebagai tempat rekreasi dan olahraga, areal ini
ternyata termasuk sebagai cagar alam. Kenapa..? Karena diareal ini ditanami dan
didominasi dengan tanaman lindung yaitu sejenis “Tanaman Gombor”. Ini menjadi
salah satu ciri khas dari alun-alun bangkalan tersebut. Dan alun-alun ini sering
digunakan sebagai tempat kegiatan upacara-upacara resmi maupun event-event penting
daerah, terkadang digunakan untuk Pekan Raya Bangkalan yang diadakan setiap
tahun sekali.
Tak heran pula, alun-alun bangkalan dikunjungi dari berapa
kalangan baik itu orang tua, remaja maupun anak-anak. Karena areal ini memiliki pemandangan yang cukup indah. Banyak para pengunjung yang
mengabadikan dirinya sendiri diareal ini ataupun mengabadikan fatamorgana yang
tertera diareal ini.
Dan untuk malam hari diareal ini, belakangan menjadi tempat berbelanja. Belanja baju, celana dan jenis pakaian-pakaian yang lain. Tapi tentu saja kalau melihat dari segi kualitas bahan, saya tidak merekomendasikan, karena dengan harga yang sangat murah (harga pasar) kita bisa mendapatkan pakaian di sana. Tapi untuk yang tidak memprioritaskan kualitas,tempat ini cocok karena harga disana murah. Dulu juga ada pusat kuliner disana yang disebut PUMARA atau Pusat Makanan Rakyat.
Makanan yang disediakan tak jauh khas dari masakan-masakan Madura ataupun khas
sendiri dari Kota Bangkalan. Harga-harga makanannya pun cukup terjangkau dengan
peluang didompet. Akan tetapi, tempat itu sudah di pindah ke Stadion Gelora Bangkalan. Jadi untuk yang penasaran dengan kulinernya, silahkan mengunjunginya di Stadion.
Ayo...kunjungi dan bantu lestarikan tempat wisata Alun-alun
Bangkalan ini
Alun-alun Kota Bangkalan
Natiq H. Alim
19:27
